Lompat ke konten

Cara Berpamitan Dengan Orang Tua

/ Diverifikasi oleh: Tim Better Parent

Cara Berpamitan dengan Orang Tua

Mengajarkan anak mengenai cara berpamitan dengan orang tua lebih baik dilakukan sejak ia usia dini. Membiasakannya untuk berpamitan saat hendak berangkat sekolah, bermain dengan teman-temannya, atau pergi jalan-jalan dapat membawa banyak dampak baik baginya saat dewasa kelak.

Kebiasaan untuk berpamitan sebelum pergi ke suatu tempat, kedengarannya memang sangat sepele. Padahal dengan terbiasa berpamitan akan membentuk kepribadian seorang anak menjadi mudah menghormati orang lain, mempererat hubungan emosional keluarga, serta terbiasa mengingat keluarganya untuk sering memberikan kabar.

Berpamitan termasuk etika yang sudah seharusnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya diterapkan ketika meninggalkan rumah atau berpisah dengan keluarga, tetapi juga ketika di sekolah, tempat kerja, maupun ketika selesai berkunjung ke rumah orang lain.

Bayangkan ketika seorang anak sebelum pergi meninggalkan rumah tidak pamit kepada ayah dan ibunya. Pasti keduanya akan sangat khawatir pada buah hatinya, sebab mereka belum tentu mengetahui ke mana anaknya pergi dan bersama siapa ia berada di luar rumah.

Maka dari itu, sebagai seorang anak sudah seharusnya membiasakan diri untuk berpamitan sebelum pergi ke luar rumah. Maka dari itu, seperti ini cara berpamitan dengan orang tua secara sopan atau beretika:

1. Menatap Mata Kedua Orang Tua dengan Senyuman

Sebelum pergi meninggalkan rumah, entah untuk bermain dengan teman, ke sekolah, atau pergi bekerja sebaiknya mencari ayah dan ibu terlebih dahulu untuk berpamitan. Etika ini adalah hal dasar dan sangat sederhana yang harus dilakukan.

Menatap mata kedua orang tua disertai dengan senyuman sebelum meninggalkan rumah juga perlu dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa keadaan anaknya sebelum pergi baik-baik saja, sehingga mereka pun menaruh harapan bahwa Anda akan kembali ke rumah dalam keadaan yang baik pula.

Tersenyum kepada ayah dan ibu tak hanya untuk memastikan anaknya meninggalkan rumah dalam keadaan baik saja, tetapi juga sebagai upaya berbakti kepada kedua orang tua. Hal ini karena terbiasa berpamitan sebelum pergi merupakan cara menghargai serta menghormati keberadaan keduanya, dan tentu saja juga dapat mempererat hubungan emosional antar anggota keluarga.

2. Mencium Tangan Kedua Orang Tua Sebelum Pergi

Sebelum pergi, etika saat berpamitan selanjutnya adalah mencium tangan kedua orang tua. Tidak hanya itu, apabila ingin mencium pipi dan memeluk mereka juga sangat diperbolehkan. Kebiasaan berpamitan seperti ini dapat membantu meningkatkan keeratan hubungan emosional anak dengan ayah dan ibu.

Tidak hanya untuk mempererat hubungan emosional saja, berpamitan dengan mencium tangan, pipi, atau mungkin memeluk juga bisa membuat ayah dan ibu memastikan bahwa buah hatinya pergi meninggalkan rumah dalam keadaan baik-baik saja.

Kebiasaan ini sangat baik jika diajarkan sejak si buah hati berusia dini karena dampaknya bisa terbawa hingga ia dewasa. Kemudian mengajarkan kebiasaan berpamitan dengan cara mencium tangan atau memeluk ini bisa diajarkan ketika sudah memiliki anak kelak.

Bagaimanapun juga, mereka pasti tidak ingin khawatir hanya karena tidak diberi kabar oleh buah hatinya. Sebab orang tua memiliki rasa tanggung jawab untuk memastikan bahwa anaknya tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas atau sesuatu yang berbahaya lainnya.

3. Memohon Doa Restu dan Mengucapkan Salam

Perlu diketahui bahwa kekuatan dari doa orang tua terhadap buah hatinya sangatlah mujarab. Terutama doa seorang ibu yang bisa menembus bumi langit.

Maka dari itu, ketika hendak berpamitan sudah semestinya seorang anak pun memohon doa restu kepada ayah dan ibunya. Sebab dengan memohon doa restu pada mereka, pasti akan didoakan keselamatan dan kelancaran dalam melakukan sesuatu agar bisa kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan yang juga sangat baik.

Memberikan doa restu kepada sang buah hati merupakan suatu wujud kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Maka dari itu, seorang anak dianjurkan untuk memohon doa restu sebelum pergi meninggalkan rumah.

Ketika anaknya berpamitan, entah untuk bersekolah, bermain dengan teman, maupun untuk bekerja pasti setiap orang tua mendoakan buah hatinya dengan doa yang baik serta tulus. Terutama ketika ia sedang berangkat untuk menimba ilmu atau bekerja, pasti akan selalu didoakan agar ilmu yang didapatkan selalu menjadi berkah dan bermanfaat bagi banyak orang, atau pun supaya rezeki anaknya selalu dilancarkan.

Meski tanpa diminta pun, orang tua yang baik pasti akan selalu mendoakan anaknya dengan harapan atau doa yang terbaik. Tentu saja supaya si buah hatinya tersebut bisa menjadi orang lebih baik, sukses dunia juga akhirat, serta menjadi manusia berguna bagi siapapun.

4. Memastikan Keamanan Anggota Keluarga di Rumah

Ketika seorang anak ketika pergi meninggalkan rumah, tak jarang ia merasa khawatir akan keadaan anggota keluarga di rumahnya. Maka dari itu, sangat penting untuk memastikan keamanan anggota keluarga di rumah sebelum pergi.

Etika saat berpamitan lainnya adalah memastikan anggota keluarga di rumah ditinggalkan dalam keadaan aman atau baik-baik saja. Sebab tak hanya orang tua yang mengkhawatirkan keadaan buah hatinya ketika pergi ke luar rumah, sebaliknya seorang anak pun pasti mengkhawatirkannya juga.

Maka, cara untuk memastikan seluruh anggota keluarga di rumah selalu dalam keadaan aman, katakan pada mereka untuk wajib menghubungi Anda ketika membutuhkan sesuatu atau saat ada suatu hal yang terjadi di rumah.

Kebiasaan saling memastikan keamanan ini dapat mempererat hubungan emosional antara orang tua dengan anak. Selain itu, kebiasaan seperti ini juga merupakan bentuk kasih sayang anak terhadap ayah dan ibunya karena selalu berusaha memberi kabar ketika berjauhan.

5. Memberikan Kepastian Kapan Akan Kembali ke Rumah

Etika yang perlu diterapkan selanjutnya setiap berpamitan adalah memberikan kepastian kapan akan kembali ke rumah. Setiap orang tua pasti menantikan kepulangan buah hatinya ke rumah, jadi jangan sampai membuat keduanya khawatir karena tak tahu di mana anaknya berada.

Jangan lupa untuk selalu memberikan kabar kapan Anda kembali ke rumah, pergi bersama siapa, pergi ke mana, dan hendak melakukan apa di luar rumah. Apabila keluar rumah bersama teman, sebaiknya ajak teman Anda berkunjung ke rumah sekaligus berpamitan agar ayah dan ibu mengerti anaknya sedang bersama siapa supaya tidak khawatir.

Etika dalam berpamitan dengan orang tua ini harus diperhatikan dan diterapkan oleh setiap anak karena perilaku seperti ini merupakan salah satu nilai kesopanan dan sebagai cara menghormati ayah dan ibu.

Apabila terpaksa langsung meninggalkan rumah karena ayah dan ibu tidak ada di rumah, sebaiknya tuliskan surat atau post it (catatan tempel) di kulkas, meja atau di pintu depan rumah agar orang tua mengetahui ke mana dan bersama siapa anaknya meninggalkan rumah. Pastikan catatan tersebut diletakkan di tempat yang mudah ditemukan dan juga merekat dengan baik.

Saat ini juga merupakan era digital, sehingga cara berpamitan dengan orang tua bisa juga dengan mengabarkan melalui pesan singkat di handphone atau menelepon mereka ketika sudah sampai di tempat tujuan. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak berpamitan kepada orang tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.