Lompat ke konten

Berbakti Kepada Orang Tua Sangat Penting, Ini Alasannya

/ Diverifikasi oleh: Tim Better Parent

Pentingnya Berbakti Kepada Orang Tua

Berbakti kepada orang tua sangat penting dan sudah seharusnya dilakukan oleh setiap anak. Bahkan ketika sudah berkeluarga pun, kewajiban untuk berbakti ini tidak akan pernah gugur.

Manusia terlahir ke dunia karena adanya ibu dan ayahnya, baik yang masih ada maupun telah tiada. Anak diharuskan berbakti pada mereka yang merawat sejak masih kecil dengan banyak pengorbanan. Dalam Islam, hal ini dijunjung sangat tinggi.

Ini adalah penjelasan mengapa berbakti kepada orang tua itu penting:

Kewajiban untuk Berbakti Kepada Orang tua

Kewajiban berbakti kepada orang tua harus dilakukan setiap manusia, baik itu pada ayah maupun ibu. Kewajiban ini sudah dijelaskan menurut Islam pada ayat-ayat Al Qur’an.

Dalam Islam, ayat-ayat Al Qur’an yang membahas mengenai pentingnya anak untuk berbakti kepada ayah dan ibunya, yaitu surah Al-Isra ayat 32.

Merupakan amalan yang paling utama

Pada suatu hadits Rasulullah SAW, menyebutkan bahwa pentingnya berbakti kepada ayah dan ibu sama pentingnya dengan berjihad. 

Hal ini juga disampaikan dalam Hadits Riwayat Muttafaqun ‘alaih yang menceritakan ada seorang anak laki-laki yang menghadap Rasulullah untuk mengikuti hijrah dan jihad. Kemudian Rasulullah bertanya apakah anak laki-laki itu memiliki orang tua masih hidup atau tidak. 

Anak laki-laki itu menjawab “Masih hidup”, kemudian Rasulullah menyuruhnya untuk menjaga dan memperlakukan orang tuanya secara baik saja.

Itulah mengapa, dalam Islam berbakti kepada kedua orang tua sama amalannya dengan berjihad. Jadi meskipun tidak melakukan jihad, berbakti kepada keduanya sudah sama pentingnya.

Selain itu, hadits lainnya juga menyebutkan bahwa berbakti pada ayah dan ibu merupakan amalan yang paling utama. Hadits Riwayat Bukhari/Muslim itu mengatakan bahwa menurut Nabi Muhammad SAW, sholat tepat waktu, berbakti kepada ayah dan ibu, serta jihad di jalan Allah merupakan amalan paling utama.

Ridho Allah tergantung pada ridho orang tua

Dalam Islam disebutkan bahwa ridho atau murkanya Allah SWT tergantung pada ridho orang tua. Ridho kedua orang tua berasal dari ibu juga ayah, bukan hanya ibu saja. 

Berbakti kepada ibu karena beliau lah yang telah mengandung dan melahirkan kita ke dunia. Tanpa kasih sayang tulisnya, mungkin kita tidak akan ada di dunia.

Berbakti kepada ayah juga penting, meskipun beliau tidak berperan dalam mengandung dan melahirkan. Ayah juga berjuang dalam memberikan materi, merawat, serta memberikan kasih sayang semasa kecil dan seumur hidup anaknya.

Sebagai anak, memang sebagian merasa tidak pantas, bahkan tidak ingin dilahirkan ke dunia. Padahal, yang menginginkan anak itu adalah kedua orang tua.

Inilah yang menjadi alasan mengapa mereka merawat anaknya dengan tulus dan penuh kasih sayang. Sebab itu pula, anak diwajibkan untuk berbakti kepada ibu dan ayahnya karena tidak akan pernah bisa membalas kebaikan dan ketulusan keduanya dalam memberikan kasih sepanjang masa.

Dalam Islam pun juga diajarkan bahwa sebelum melakukan atau mengambil sebuah keputusan penting, hendaklah meminta ridho atau restu kepada keduanya. Jika keduanya mengiyakan dengan lapang dada, segala urusan akan diperlancar untuk mencapainya.

Melapangkan rezeki dan umur yang panjang

Berbakti kepada ibu dan ayah dapat melancarkan rezeki dan keberuntungan yang datang, serta umur panjang. Terus menyambung komunikasi atau berhubungan baik dan memperlakukan ayah dan ibu, juga memastikan kondisi mereka, akan banyak mendatangkan kebaikan.

Sesuai dengan yang tertulis di Hadits Riwayat Bukhari/Muslim, bahwa mengutamakan berbakti pada keduanya dapat melapangkan rezeki dan umur panjang.

Meskipun kedua orang tua berada pada jarak jauh, hendaknya sebagai anak tetap mengunjungi atau menanyakan kabar mereka demi memastikan bahwa mereka sedang dalam keadaan baik-baik saja, sekaligus menjaga tali persaudaraan.

Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk berkunjung dan menanyakan kabar kepada keduanya sebagai bentuk berbakti, sebab dari sanalah ibu dan ayah mendoakan anaknya supaya tetap mendapatkan banyak rezeki dan umur panjang untuk dapat selalu bertemu.

Mempermudah segala urusan

Bagaimana cara kita memperlakukan ibu dan ayah, juga memperlihatkan bagaimana kehidupan kita. Ketika durhaka pada ibu dan ayah, tentu banyak mengalami kesulitan dalam menjalani hidup.

Sebaliknya, ketika berperilaku baik dan selalu memuliakan ayah dan ibu, banyak keberkahan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.

Ketika kita mendoakan mereka, tentu mereka akan mendoakan anaknya juga dengan doa atau harapan yang baik, terutama supaya kehidupan anaknya diberi kelancaran, kemudahan, dan keberkahan, serta kelancaran rezeki.

Pada Hadits Riwayat Bukhari/Muslim, diceritakan ada tiga orang laki-laki terjebak dalam goa yang pintunya tertutup. Salah satu dari mereka yang merupakan seorang penggembala kambing itu memohon kepada Allah SWT supaya dibukakan pintu goa agar mereka bisa keluar dari sana. Ia bercerita bahwa  setiap hari ia memerah susu kambing dan mencari kayu untuk kebutuhan sehari-harinya. 

Susu kambing yang ia perah, pertama kali pasti diberikan pada kedua orang tuanya. Meskipun anaknya menangis dan merengek meminta susu, tetapi si penggembala tersebut tetap akan memberikan susu kambing itu kepada kedua orang tuanya terlebih dahulu sebelum diberikan pada orang lain.

Pada pagi harinya ketika ayah dan ibunya terbangun, ia segera memberikan masing-masing segelas susu pada mereka lalu baru memberikannya pada anak. Akhirnya Allah SWT membukakan pintu goa supaya ketiga lelaki tersebut dapat terbebas.

Berdasarkan kisah tersebut, berbakti kepada orang tua akan banyak mendapat kebaikan serta pertolongan, baik di dunia maupun di akhirat.

Tuhan tidak akan buta dengan apa yang dilakukan umatnya di dunia. Ketika seseorang berbuat banyak kebaikan terutama kepada ibu dan ayahnya, Tuhan akan memberikan pertolongan serta kemudahan dalam dunia dan akhirat.

Memiliki kesempatan masuk surga

Dalam Islam, surga diharamkan bagi anak yang durhaka terhadap kedua orang tuanya, sebaliknya surga akan dekat pada anak yang berbakti dan selalu memuliakan ibu dan ayahnya.

Begitupun dengan balasan dari dosa-dosa yang dilakukan. Anak durhaka tidak hanya mendapat siksaan di akhirat, tetapi juga mendapatkan siksaan di dunia berupa hidup yang tak bisa selalu tenang (terkena azab).

Sementara itu, anak yang berbakti senantiasa dimudahkan segala urusan dunia dan akhirat, serta dijauhkan dari adanya malapetaka atau bencana.

Cara Berbakti Kepada Orang Tua

Bukti anak berbakti kepada orang tua dapat dilakukan dengan banyak hal, tidak hanya mendoakan mereka saja, tetapi juga diimbangi dengan memperlakukan mereka dengan baik dan sopan.

Caranya adalah dengan melakukan beberapa contoh tindakan berbakti pada ibu dan ayah sebagai berikut ini:

  • Bertutur kata dengan sopan, tidak membentak, juga tidak menggunakan nada tinggi setiap kali berbicara. Berbicara dengan nada tinggi atau membentak justru membuat mereka menjadi sedih dan menjadi merasa bersalah.
  • Segera menjawab apabila dipanggil.
  • Memperlakukan dan memuliakan keduanya dengan penuh kasih sayang dan kesabaran, sebagaimana mereka memperlakukan anaknya sewaktu masih kecil.
  • Memandang dengan wajah bahagia dan penuh kasih. Usahakan jangan pernah menatap tajam atau sinis dan bermuka masam ketika berhadapan dengan mereka.
  • Jangan berbohong dan berdebat. Meskipun Anda benar, hendaknya menyampaikan dengan kata-kata yang bijak dan tidak menyakiti.
  • Hindari bersikap pelit ketika memberikan sesuatu untuk orang tua.
  • Jika tinggal jauh dengan orang tua, sering-sering mengunjungi atau menanyakan kabar mereka adalah hal yang sangat baik karena tentu mereka menanti kabar dan kehadiran anak tersayangnya.

Itulah pentingnya berbakti kepada orang tua. Anak tak mungkin bisa benar-benar hidup sendirian tanpa kehadiran mereka. Oleh karena itu, hindari bersikap durhaka dan bertindak semaunya sendiri pada mereka yang telah membesarkan dengan penuh kasih sayang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.