Lompat ke konten

Tips Melatih Public Speaking Anak Di Rumah

Public Speaking Anak

Melatih public speaking anak dapat dilakukan di rumah sejak dini karena akan membawa dampak baik bagi kehidupannya hingga dewasa kelak. Mengajarinya mungkin bukan perkara mudah, sebab wajar saja si kecil sering merasa malu-malu jika diminta berbicara di depan umum.

Rasa malu, khawatir, dan ketakutan setiap kali mencoba public speaking sebenarnya bisa dilatih agar terbiasa nantinya. Perlu dilakukan pemahaman secara bertahap agar ia terbiasa berani berbicara di depan umum atau ruang publik.

Public speaking mempunyai banyak manfaat apabila dilatih sejak kecil. Manfaat atau hal baik yang nantinya pasti didapatkan, antara lain jadi lebih berani mengambil keputusan, terbiasa bersikap tegas dan lugas, berani terhadap segala tantangan, serta menumbuhkan rasa percaya diri.

Melatihnya berani berbicara di ruang publik tak harus memasukkannya ke kursus khusus public speaking. Cobalah tips melatih public speaking anak di rumah.

Mengenal Public Speaking

Public speaking secara singkat adalah kemampuan berbicara atau menyampaikan suatu informasi secara lisan di depan umum atau ruang publik. Menurut Wijaya dikutip dari Public Speaking is Easy: From Fear to Dare tahun 2007, public speaking adalah komunikasi secara lisan tentang suatu topik yang dibicarakan di hadapan banyak orang guna menyampaikan informasi, ajakan, opini, gagasan, mendidik, mempengaruhi, dan lain sebagainya.

Pentingnya public speaking bagi anak, yaitu untuk melatih kemampuannya menyampaikan informasi secara jelas sekaligus berkomunikasi dengan baik pada dunia profesional, misalnya pekerjaan dan akademik. Melatihnya sejak dini secara bertahap dapat membuatnya terbiasa berani menyampaikan pendapatannya di hadapan umum, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mampu menjalin komunikasi yang baik dengan orang lain.

Mengapa Perlu Melatih Anak Public Speaking?

Setiap orang tua perlu melatih anak public speaking karena nantinya akan bermanfaat bagi masa depannya. Tujuan dari keberanian berbicara di muka umum bagi si kecil yaitu supaya nantinya ia terbiasa menyampaikan gagasan, ide, tujuan, ataupun opini lainnya secara jelas sekaligus membuatnya mampu berkomunikasi dengan baik ketika berada di dunia profesional seperti pekerjaan maupun pendidikan.

Oleh karena itu, melatih anak public speaking wajib dilakukan setiap orang tua supaya ia berani menyampaikan pendapat atau gagasannya secara jelas kepada orang lain maupun di ruang publik. Sehingga, ia pun terbiasa nantinya saat melakukan penyampaian pendapat serta pengambilan keputusan dengan baik tanpa keraguan.

Cara dan Tips Melatih Public Speaking Anak di Rumah

Ayah dan ibu dapat melatih public speaking anak di rumah guna membuatnya berani menyampaikan pendapat ataupun tujuannya di ruang publik. Ini adalah cara dan tips yang bisa Anda lakukan.

1. Sesuaikan kemampuan dengan usia anak

Melatih anak untuk berani berbicara di ruang publik sebenarnya bisa dilatih ketika ia sudah masuk usia sekolah, yaitu mulai usia Taman Kanak-Kanak (TK) atau mulai usia 4 tahun. Sebab pada usia sekolah, ia sudah semakin baik dan mengerti bagaimana cara berkomunikasi dengan orang lain, mulai dari menyapa, mengobrol, dan seterusnya.

Wajar saja jika belum terbiasa, si kecil terlihat malu-malu karena masih berada dalam tahap mengenal lingkungannya. Namun, jangan mudah melabeli dirinya dengan sebutan seorang pemalu karena adanya label tersebut justru mempengaruhi kepribadiannya hingga ia tumbuh besar kelak.

Pada saat si buah hati memasuki usia sekolah, daripada melabelinya dengan anak pendiam ataupun pemalu, lebih baik biarkan ia melakukan eksplorasi terhadap lingkungannya supaya semakin terbiasa. Beri ia dukungan dan jelaskan padanya mengenai manfaat public speaking atau keberanian ketika pandai berbicara di depan umum. Selalu dukung apapun yang dilakukannya, namun jangan selalu membenarkan ketika anak melakukan kesalahan.

2. Stimulasi si kecil supaya berani berbicara di ruang publik

Tips melatih public speaking anak yaitu dengan cara memberikan stimulasi kepadanya supaya ia berani berbicara di ruang publik. Cara ini juga berguna untuk melatih kepercayaan dirinya sendiri.

Cara menstimulasi si kecil agar berani berbicara di depan umum bisa melalui hal-hal sederhana. Salah satunya adalah mencoba meminta anak untuk membayar barang belanjaan sendiri ke kasir, meminta anak untuk memesankan makanan atau minuman di tempat makan. Cara seperti mampu memunculkan keberaniannya, namun jangan selalu memaksanya agar ia tidak merasa terpaksa melakukannya.

Memberikannya stimulasi tidak bisa begitu saja ia langsung mau mempraktekkannya, sebab sebagian anak pasti merasa malu-malu atau enggan. Secara bertahap namun sering lakukan stimulasi melalui hal-hal sederhana yang memicu keberaniannya untuk mencoba hal baru. Ajarkan sebuah contoh pula bagaimana harus melakukan sesuatu untuk meminimalisir si kecil berbuat kesalahan ataupun hal fatal.

3. Ajarkan 3V (virtual, vocal, dan verbal) kepada si buah hati

Mengajarkan anak public speaking juga dilakukan dengan mengajarinya 3V yang merupakan kepanjangan dari virtual, vocal, dan verbal. Melakukan 3V ini mampu meningkatkan rasa percaya dirinya, sehingga si buah hati menjadi siap ketika berbicara di ruang publik.

Virtual berupa penampilan, caranya berpakaian, sikap di hadapan banyak orang, ekspresi, kontak mata, gerakan tubuh. Vocal berupa intonasi suara, gaya bicara, ritme pernapasan, tempo bicara. Sedang untuk verbal, antara lain cara penyampaian pendapat, pemilihan kosa kata, pemilihan struktur kata, serta kemampuannya menguasai suatu materi atau topik pembicaraan.

4. Sering ajak si kecil mengobrol

Apabila Anda ingin si buah hati pandai dalam hal public speaking, tips membuatnya pintar berbicara di depan umum yaitu dengan sering mengajaknya mengobrol. Tak harus obrolan yang memintanya untuk melakukan sesuatu atau perihal sekolahnya. Ajak si kecil mengobrol tentang apapun, dan selalu minta ia terbuka tentang perasaannya.

Mengajak anak sering mengobrol, membuatnya mudah terbuka dengan orang lain. Sehingga, mudah pula baginya untuk jujur mengutarakan suatu pendapat di hadapan banyak orang. Tentu saja hal ini baik, akan tetapi jangan lupa pula untuk mengajarkannya mengenai etika dan sopan santun ketika berada dalam masyarakat agar tidak bertindak seenaknya dan melenceng dari ajaran.

Mulailah mengajak anak mengobrol tentang hal kecil seperti hari-harinya, sesuatu kesukaannya, ataupun teman-temannya. Yakinkan padanya bahwa Anda adalah orang tua yang akan selalu mendengarkannya apapun keadaannya. Selain memunculkan empati, tips ini juga melatih kepandaian berbicara di ruang publik.

5. Selalu berikan si buah hati dukungan positif dan apresiasi

Setiap anak membutuhkan apresiasi dan dukungan positif dari orang tuanya. Oleh karena itu, ketika ia melakukan hal baik, sering pujilah kemampuannya supaya ia merasa termotivasi untuk melakukan hal tersebut di kemudian hari.

Guna melatih public speaking anak, cobalah untuk memujinya ketika ia berhasil mengucapkan atau menyampaikan sesuatu dengan benar. Pujilah juga keberaniannya dalam melakukan sesuatu dan berbicara dengan orang lain.

Membiasakan anak untuk berani berbicara sekaligus tampil di depan umum termasuk kebiasaan baik. Sebagai orang tua, jangan lupa juga memberikan masukan serta dukungan positif agar ia lebih baik lagi.

6. Bantu hilangkan kekhawatirannya ketika mencoba public speaking

Anak usia dini, wajar saja apabila merasa malu-malu ketika berbicara dengan orang lain yang baru dikenalnya maupun ketika tampil di hadapan banyak orang. Oleh karena itu, sebagai orang tua sebaiknya tidak begitu saja memberikan cap kepadanya sebagai anak pemalu atau pendiam.

Memberikan cap atau melabeli anak dengan label seolah dirinya pemalu dan tertutup, dapat berpengaruh pada kepribadiannya. Sebab label tersebut akan melekat pada kepribadiannya hingga ia beranjak dewasa nanti.

Apabila anak merasa malu, takut, serta khawatir saat hendak tampil atau berbicara di depan umum, daripada melabelinya seperti itu lebih baik bantu hilangkan kekhawatirannya ketika mencoba public speaking. Beri ia dukungan supaya tak lagi takut, misalnya “Kamu akan baik-baik saja, ada saya di sini” ataupun kata-kata motivasi sejenis itu.

Itulah beberapa tips melatih public speaking anak di rumah. Anda dapat mengajak si buah hati mempraktekkannya secara perlahan, sebab membutuhkan waktu dan proses. Jangan terlalu terburu-buru, biarkan ia berproses dengan dirinya sendiri dan usahakan selalu memberikannya dukungan agar terus maju dan percaya diri ketika berbicara di hadapan umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.