Lompat ke konten

7 Cara Melatih Anak Berbicara Sejak Dini

Mengajari anak berbicara

Melatih anak berbicara bisa dilakukan sejak dini. Kemampuan berbicara pada anak mulai berkembang ketika usianya menginjak 6 bulan. Saat itu, si kecil biasanya sudah dapat mengucap patahan kata sederhana seperti “ma-ma”. Sedangkan ketika usianya menginjak 12 bulan, si kecil sudah lancar mengucapkan satu hingga dua kata. 

Kemudian di usianya 24 bulan atau 2 tahun, si kecil sudah mulai bisa berbicara dengan lancar dan merespon pembicaraan Anda. Tetapi sebenarnya usia tersebut tidak bisa dijadikan patokan baku, sebab setiap anak pasti memiliki proses perkembangan yang berbeda-beda.

Nah, untuk bisa mencapai usia ideal dimana kemampuan bicaranya mulai berkembang, Anda perlu menstimulasi si kecil dan membimbing anak sesering mungkin sehingga ia terpancing untuk bisa berbicara.

Melatih anak untuk berbicara memang perlu dilakukan sejak dini. Selain membutuhkan kesabaran Anda sebagai orang tua dalam mengajarkan, urusan ini membutuhkan cara yang jitu agar lebih efektif.

Berikut langkah-langkah cara jitu melatih anak berbicara sejak dini.

1. Sering mengajaknya mengobrol

Langkah pertama melatih anak berbicara adalah dengan sering-sering mengajaknya mengobrol. Bunda bisa mengajak si kecil ngobrol dengan topik-topik yang ringan bahkan sebelum ia bisa berbicara.

Trik ini bisa dilakukan bahkan dari sebelum anak lahir ke dunia, Bunda sudah bisa mengajaknya untuk sering mengobrol bahkan saat ia masih di dalam kandungan. Meski belum bisa bicara, si kecil pasti akan memberikan respon ketika diajak berbicara. Hal ini baik sebagai persiapan dan stimulasi kemampuan bicaranya.

Dengan diajak ngobrol, ada hasrat anak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Trik ini bisa dilakukan misalnya dengan menanyakan kabar anak hari ini, menanyai apa yang sedang ia rasakan dan masih banyak lagi.

Trik yang ini membutuhkan konsistensi bunda dalam melakukannya di setiap harinya. Tentunya, efek kegiatan ini apabila dilakukan dengan konsisten dan rutin akan membantu bayi berbicara saat waktunya nanti.

2. Membacakan cerita

Anda bisa sering-sering membacakan cerita untuk si kecil bahkan sejak ia lahir ke dunia. Karena sebenarnya tidak ada kata terlalu dini untuk menstimulasi kemampuan bicaranya. Semakin sering di kecil mendengarkan cerita, ia akan semakin terbiasa. Ini akan membantunya kelak saat waktunya ia mulai berbicara.

Selain menstimulasi kemampuan bicara anak, membacakan cerita bermanfaat mengajarkan berkomunikasi yang baik dan tepat. Bagaimana ia harus merespon percakapan dicontohkan melalui cerita-cerita yang dibacakan.

Membacakan buku juga bermanfaatkan untuk mengenalkan kebiasaan baik dan memperkenalkan si kecil dengan buku.  Sehingga kelak, ia akan gemar membaca dan dekat dengan berbagai genre bacaan.

3. Mengarang cerita bersama 

Nah, setelah bisa konsisten untuk membacakan cerita kepada anak Anda. Cara selanjutnya adalah mulai mengarang cerita bersama. Trik ini bisa dilakukan ketika si kecil sudah mulai lancar berbicara.

Ketika itu, dengan mengajaknya mengarang cerita, anak akan terpancing untuk ikut berbicara. Sehingga ia akan mengeluarkan banyak kata-kata. Hal ini juga baik untuk memperbaiki susunan kata anak yang sedang belajar berbicara.

Selain itu, dengan mengarang cerita bersama, Anda bisa menyisipkan berbagai pesan moral ringan dari karangan cerita yang dibuat bersama anak. dengan metode tersebut, biasanya anak lebih mudah menyerap ajaran saat ia melakukan sesuatu dengan sukarela daripada menggunakan cara memaksa.

4. Melatih anak menggunakan satu bahasa saja

Kadang, banyak orang tua memaksakan kehendaknya. Seperti mengharuskan anak untuk pandai dan mahir berbagai bahasa. Padahal ketika sedang memulai berbicara, anak benar-benar tidak mengetahui bagaimana cara berkomunikasi.

Hingga akhirnya dengan proses yang cukup panjang, anak mulai bisa menyerap bahasa tersebut dan mulai belajar mengatakannya. Nah, usahakan saat melatih anak berbicara gunakan satu bahasa yang dominan. Hindari mencampur dua bahasa saat mengajari anak berbicara.

Sebab hal tersebut dapat membuat anak terdistraksi dan menurunkan fokusnya. Anda bisa menambah pengetahuan bahasa anak setelah ia memahami satu bahasa. Sehingga dasar pondasinya, ia memahami konteks pembicaraan.

Akan lebih baik lagi jika Anda menggunakan bahasa yang baku dan sopan ketika mengajari anak membaca. Selain untuk melestarikan bahasa Indonesia, trik ini memiliki dampak yang cukup besar saat ia beranjak besar.

5. Mendengarkan musik

Salah satu trik yang cukup jitu untuk melatih anak berbicara adalah mendengarkannya musik, tentunya musik-musik yang sudah Anda seleksi terlebih dahulu. Sebab musik biasanya lebih mudah masuk dan dihafal oleh anak. Anda bisa mengajarkan lagu-lagu untuk anak-anak kepada si kecil.

Selain menstimulasinya untuk bisa lekas bisa berkomunikasi atau mengucapkan sepatah dua patah kata, dengan mendengarkan musik anak jadi lebih tau mengenai mengenai irama, dan nada dan hal ini baik untuk perkembangan otaknya.

Lebih baik lagi, apabila Bunda sendiri yang menyanyikannya untuk anak-anak, karena hal tersebut juga akan menambah kedekatan Anda sebagai orang tua dengan anak dan akan diingat sebagai memori yang menyenangkan bagi anak.

6. Dengarkan apa pun yang keluar dari mulutnya

Saat sedang belajar berbicara, anak biasanya akan mengeluarkan semua kata-kata yang ia bisa dan seringnya hal itu dilakukan berulang-ulang. Nah, saat itu terjadi, sebisa mungkin Anda mendengarkan dengan baik apa saja yang keluar dari mulutnya.

Obrolan sederhana atau sekecil apapun bisa menjadi pancingan untuk Anda mengobrol dengan anak dan membuatnya lekas bisa berbicara. Bunda juga jangan bosan-bosan menanggapinya meskipun kata atau kalimat yang dikeluarkan berulang-ulang.

Bahkan biasanya ketika menemukan kata baru, si kecil akan terus bertanya mengenai arti kata tersebut. Anda harus siap siaga untuk menjawab pertanyaannya dengan tenang. Jangan sesekali memotong pembicaraannya atau memarahinya karena berbicara berulang-ulang, sebab hal itu akan membuatnya merasa sedih dan lebih memilih untuk banyak diam. Hal ini tidak baik untuk perkembangan kemampuan bicaranya.

7. Ajak si kecil bersosialisasi dengan teman sebaya

Terakhir, agar si kecil bisa lekas berbicara adalah dengan mengajaknya bersosialisasi dengan teman sebaya. Hal ini bisa Bunda lakukan bahwa sejak anak sudah mulai berkembang kemampuan berbicaranya. Sebab dengan bersosialisasi, anak akan bertemu dengan teman yang memiliki bahasa yang sama. 

Sehingga mendorongnya untuk berkomunikasi dengan teman sebayanya. Selain itu hal ini akan terasa lebih menyenangkan dibanding ketika Anda mendekatinya untuk bicara. 

Manfaat bersosialisasi ini tidak hanya dirasakan pada kemampuan bicaranya saja. Sosialisasi dengan teman sebaya juga akan menumbuhkan komunikasi yang baik, rasa peduli dan tenggang rasa. 

Nah, berikut tadi tujuh cara jitu mengajari anak berbicara. Usaha-usaha ini bisa Anda lakukan sedini mungkin. Supaya saat sudah waktunya anak berbicara, ia sudah siap. Tentunya hal ini membutuhkan konsistensi dan kesabaran dari orang tua. Sebab proses mengajari anak akan membutuhkan waktu yang panjang dan tidak mudah dilakukan. Jadi selain mempersiapkan si kecil, terlebih dahulu Anda menyiapkan mental serta fisik yang baik untuk melakukan hal ini. Sehingga kedua belah pihak sudah siap untuk bekerjasama menggali kemampuan anak dalam berbicara dan dalam banyak hal lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.