Lompat ke konten

5 Penyebab Orang Tua Gagal Mendidik Anak

/ Diverifikasi oleh: Tim Better Parent

Penyebab Orang Tua Gagal Mendidik Anak

Penyebab orang tua gagal mendidik anak bukanlah hal yang baik karena menyangkut pembentukan karakter anak itu sendiri. Saat ia sudah dewasa tetapi sikapnya lebih banyak menyimpang dari nilai sosial dan etika, sebaiknya ayah juga ibu perlu mengetahui penyebabnya.

Karakter seorang anak yang terbentuk ketika dewasa, banyak dipengaruhi oleh cara dalam mendidiknya, serta sisanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Akan tetapi, karakter yang terbentuk didominasi oleh pengaruh pola asuh ayah dan ibunya.

Mendidik anak memang sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab setiap orang tua. Tujuannya agar si buah hati dapat tumbuh dan berkembang dengan memiliki kepribadian yang baik dan tidak menyimpang dari nilai-nilai di masyarakat.

Akan tetapi, terkadang ayah dan ibu tidak menyadari bahwa mereka melakukan kesalahan dalam mendidik buah hatinya. Dalam mendidik anak, dibutuhkan kekonsistenan karena mengingat bahwa peran orang tua sebagai contoh atau teladan bagi buah hatinya.

Lantas, apa saja yang menjadi penyebab orang tua gagal dalam mendidik anaknya? Simak penjelasan berikut ini!

1. Kurang Memahami Mengenai Tanggung Jawab Sebagai Orang Tua Terhadap Anak

Kurangnya pemahaman ayah dan ibu mengenai peran dan tanggung jawab sebagai orang tua terhadap anak merupakan penyebab pertama gagal mendidik anak. Penyebab ini bisa mengakibatkan si buah hati kurang dalam menerima pendidikan karena kebutuhan tersebut cenderung disepelekan.

Padahal, tanggung jawab orang tua untuk kelangsungan hidup buah hatinya benar-benar penting. Menyepelekan tanggung jawab, sama saja dengan menelantarkan anak karena ia pasti membutuhkan hal tersebut demi kehidupan yang lebih baik di masa depannya.

Ayah maupun ibu yang kurang memahami mengenai tanggung jawabnya, cenderung membiarkan buah hatinya yang menyebabkannya bersikap semaunya seperti tak pernah diberi pendidikan. Hal ini dapat berakibat fatal bagi masa depannya.

Tanggung jawab yang dimaksud, antara lain menanamkan budi pekerti, mengasuh, memelihara, dan memberikan pendidikan pada si buah hati sesuai yang disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak.

Maka dari itu, ilmu parenting bagi pasangan yang baru menikah dan para orang tua sangat penting dipelajari supaya bisa mencegah perilaku dan kepribadian menyimpang si buah hati di masa depan. Kedengarannya sepele, tetapi faktanya ilmu parenting ini selalu berguna bagi orang tua dalam membantu mendidik anaknya.

2. Kurang Memberikan Waktu dan Perhatian kepada Anak

Mencukupi kebutuhan anak sudah menjadi sebuah tanggung jawab setiap orang tua agar buah hatinya dapat hidup secara layak, aman, serta nyaman. Kecukupan yang dimaksud tersebut tidak hanya berupa materi, tetapi juga kebutuhan emosional.

Ketidak seimbangan dalam pemenuhan kebutuhan si buah hati akan berakibat fatal. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab orang tua gagal mendidik anaknya.

Misalnya, apabila terlalu banyak memberikan si buah hati materi, contohnya seperti pendidikan terbaik, uang saku banyak, maupun segala fasilitas lengkap untuk dinikmati tidak akan ada artinya jika kebutuhan emosionalnya tidak ikut dipenuhi. Kebutuhan emosional ini meliputi cinta, perhatian, dan kasih sayang.

Ayah dan ibu yang kurang memberikan waktu dan perhatian kepada anaknya, akan dianggap olehnya sebagai orang tua yang tidak mengerti perasaan anaknya karena sebenarnya ia pun membutuhkan waktu dan perhatian dari ayah dan ibunya.

Meskipun materi dan fasilitas yang diberikan lebih dari cukup, faktanya seorang anak belum tentu bahagia karena kesenangannya hanya sesaat. Ia merasa kesepian dan hal yang paling ia butuhkan adalah waktu serta perhatian dari ayah maupun ibunya.

Kurang memberikan waktu dan perhatian kepada si buah hati mengakibatkan ayah dan ibu tidak bisa mengenal ia sepenuhnya karena jarang memperhatikannya. Bahkan bisa jadi tidak mengerti apa yang ia butuhkan selain sebatas materi.

Hal ini juga mengakibatkan hubungan antar anggota keluarga menjadi renggang dan bahkan seperti tidak mengenal satu sama lain, saling cuek, dan canggung ketika berkomunikasi. Sebagai seorang anak mungkin sering disalahkan ketika ia menjadi tidak peduli pada orang tuanya, padahal ia berbuat seperti itu karena ayah dan ibunya gagal mendidik sejak awal.

Sebaiknya, mencoba menghabiskan waktu bersama keluarga tidak ada salahnya dilakukan dengan cara menyisakan sedikit waktu untuk berkumpul bersama. Quality time tidak harus dengan berwisata ke luar kota, Anda dan keluarga bisa dilakukan secara sederhana seperti mengobrol ringan atau menonton film bersama.

3. Terlalu Banyak Menuntut dan Mengekang

Mengarahkan anak agar ia bisa menjalani kehidupannya dengan baik memang baik untuk dilakukan. Sebab, setiap anak selama masa tumbuh kembangnya pasti membutuhkan bimbingan dan dorongan untuk menggapai banyak hal, termasuk cita-cita dan prestasi.

Ketika mengarahkan dan memberikan dorongan kepadanya sebaiknya dilakukan sewajarnya saja. Hindari terlalu mengekang apalagi terlalu banyak menuntutnya agar ia bisa lebih mandiri dan bebas dalam melakukan banyak hal.

Terlalu banyak menuntut dan mengekang membuat ia menjadi tidak percaya diri, takut mencoba hal baru, serta takut akan kegagalan. Hal ini pun juga tidak baik bagi kesehatan mental dan tumbuh kembangnya.

Kepribadian anak yang seperti itu kebanyakan disebabkan oleh orang tua gagal mendidik anak. Maka dari itu, sebaiknya membiarkan anak supaya bisa mencoba banyak hal baru demi menambah pengalaman dan melakukan apa yang disukainya.

Hindari terlalu menuntutnya agar sesuai dengan keinginan ayah dan ibu. Sebab, setiap anak berhak memilih tentang apa yang ingin dilakukannya.

4. Terlalu Membebaskan atau Lepas Tangan terhadap Anaknya

Bersikap terlalu mengekang dan menuntut memang tidak baik bagi perkembangan mental anak. Tetapi, terlalu membebaskannya apalagi sampai lepas tangan terhadapnya juga sama saja tidak baik, perilaku seperti ini juga merupakan penyebab orang tua gagal mendidik anak.

Terlalu membebaskan anak justru membuatnya bersikap seenaknya sendiri, mudah membangkang, bahkan paling buruknya adalah ia bisa jadi berperilaku menyimpang seperti terjerumus dalam pergaulan bebas. Hal ini disebabkan, kemungkinan ayah dan ibu terlalu lepas tangan dan jarang menegurnya ketika ia melakukan kesalahan.

Padahal, menegur dengan tegas si buah hati ketika melakukan kesalahan akan membuat ia menjadi lebih disiplin. Selain itu bisa membedakan mana yang baik dan buruk sebelum melakukan sesuatu.

Sebaiknya, membebaskan ia cukup sewajarnya saja. Asalkan tetap mengawasinya supaya ia tak berperilaku di luar batasan kewajaran.

5. Memanjakan Anak secara Berlebihan

Menjadi orang tua yang baik merupakan tantangan bagi setiap ayah maupun ibu, sebab hal ini tidak mudah dilakukan dan butuh konsistensi.

Menjadi orang tua yang baik, bukan berarti selalu memanjakan si buah hati dan selalu menuruti apa yang ia inginkan. Apabila terlalu menuruti segala keinginannya, ia menjadi susah untuk bersikap mandiri karena terlalu bergantung pada ayah maupun ibunya.

Padahal, kemandirian ini penting sebagai bekal agar ia mampu bertahan hidup di luar sana. Sikap mandiri juga diperlukan agar ia mampu mengurus dirinya sendiri dan bisa percaya dengan kemampuan dirinya sendiri.

Maka dari itu, sebagai orang tua harus mampu memberikan rasa tega agar ia bisa memahami bahwa sikap mandiri itu penting demi masa depannya. Melatih kemandirian anak sejak dini akan membawa dampak baik ke depannya.

Jadi, itulah penyebab orang tua gagal dalam mendidik anaknya. Maka dari itu, hal ini perlu diketahui agar tidak salah mengambil langkah ketika mendidik si buah hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.