Lompat ke konten

Dampak Negatif Kecanduan Sosmed bagi Anak

Dampak Negatif Kecanduan Sosmed bagi Anak

Sosial media merupakan platform yang memungkinkan para penggunanya untuk berbagi foto, video, memperoleh informasi, maupun berinteraksi dengan publik secara online. Siapapun dapat mengakses sosial media tanpa terkecuali, termasuk anak-anak.

Penggunaan sosmed sebenarnya tak diperbolehkan sebelum usia 13 tahun, bahkan sebelum usia legal pun tetap harus ada pengawasan dari orang tua. Sebab dikhawatirkan malah kecanduan dan berdampak negatif bagi kesehariannya. Ayah dan ibu perlu waspada, ini dampak negatif kecanduan sosmed bagi anak.

Dampak Negatif Kecanduan Sosial Media bagi Anak

Kecanduan sosial media berdampak buruk bagi perkembangan anak, terutama pola pikirnya. Berikut dampak negatif kecanduan sosmed bagi anak berikut agar orang tua dapat lebih waspada.

1. Perilaku menyimpang

Dampak negatif kecanduan sosmed bagi anak berpengaruh terhadap perubahan perilakunya. Apalagi jika buah hati Anda dibebaskan menggunakan gadget tanpa pengawasan, kemungkinannya melakukan perbuatan menyimpang lebih besar karena pola pikirnya ikut berubah. Ini sering terjadi akibat pengaruh konten yang ditontonnya.

Contohnya tontonan pornografi untuk anak dapat mempengaruhi pola pikirnya. Konten seperti ini dikhawatirkan membuatnya mewajarkan hal-hal tersebut hingga mempraktikannya pada kehidupan sehari-hari. Ataupun konten tentang gangguan psikologis (misalnya bipolar, depresi, dan sejenisnya), dapat membuatnya mendiagnosa dirinya sendiri mengalami gangguan mental lalu melakukan perbuatan menyimpang. 

2. Ketidakpuasan terhadap diri sendiri

Kebanyakan pengguna sosmed hanya menampilkan hal-hal bagus dalam hidupnya. Misalnya memamerkan pencapaian, bepergian ke tempat populer, menikmati makanan enak, dan sebagainya seolah menunjukkan bahwa dirinya bahagia. 

Sebagian audiens mungkin merasa biasa saja terhadap hal itu, namun sebagiannya lagi bisa jadi merasa insecure dan kehilangan kepercayaan diri. Terlalu obsesi pada sosmed membuatnya susah merasa puas diri, sehingga lupa bagaimana cara bersyukur.

3. Cyber bullying

Internet bebas diakses oleh siapa saja tanpa terkecuali. Saking bebasnya, banyak pengguna yang ternyata tak mampu bersikap bijak dalam menggunakan internet. Tak heran banyak kita temui orang yang memberikan komentar jahat dan membuat konten tak pantas.

Kecanduan sosmed dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif bagi remaja. Apabila dirinya tak mampu bijak dalam bersosial media, sangat rentan terkena cyber bullying. Meskipun perundungan dilakukan di dunia maya, dampaknya sangat berbahaya bagi psikis. 

Pada korban menyebabkan kecemasan berlebih, menjadi pribadi yang tertutup, sampai depresi. Sedangkan remaja pelaku cyber bullying menjadi terbiasa berkomentar buruk pada pengguna lain, berbuat menyimpang, mengubah pola pikir ke arah negatif, serta kehilangan empati.

4. Jarang bersosialisasi tatap muka

Dampak negatif kecanduan sosmed bagi anak terutama remaja, membuatnya lebih fokus ke dunia maya hingga tak merasa tertarik berinteraksi di dunia nyata. Jarang berinteraksi secara tatap muka membuatnya susah bergaul dengan orang lain.

Susah bergaul tidak bagus bagi kehidupan. Salah satunya menderita agoraphobia atau takut bepergian ke keramaian dan ruang terbuka. Fobia ini membuat penderitanya kesusahan pergi sendirian, jadi harus selalu ditemani.

5. FOMO

Tak dapat dipungkiri bahwa sosmed berpengaruh besar terhadap kehidupan seseorang, sehingga banyak orang yang FOMO akibat kecanduan sosial media. Di internet seringkali ditampilkan konten menarik yang bisa sampai membuat penggunanya ingin mengikuti konten tersebut.

Mereka yang FOMO seringkali merasa cemas ketinggalan informasi terbaru, sehingga memilih fokus bermain sosmed agar tak ketinggalan momen sekaligus takut dicap ketinggalan zaman.

Akibat FOMO pula, banyak orang sampai rela melakukan segala cara demi viral. Tentu saja ini termasuk dampak negatif kecanduan sosmed bagi anak. FOMO akibat penggunaan sosmed membuatnya gampang lupa diri dan tidak mempedulikan sekitar. 

6. Berpengaruh buruk pada perkembangan fisik

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa dampak negatif kecanduan sosmed bagi anak membuatnya susah bergaul di dunia nyata. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah dan jarang keluar. Kebiasaan seperti ini jika terus dibiarkan, akan berdampak buruk bagi perkembangan fisiknya.

Terlalu lama berkutat dengan internet dan menghabiskan lebih banyak waktu di kamar, tapi tak melakukan aktivitas apapun berbahaya bagi kesehatan. Selain rentan obesitas, gaya hidup seperti itu juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi penyakit lainnya.

7. Gangguan kecemasan dan depresi

Dampak negatif internet, khususnya sosmed menyebabkan anak menjadi gampang cemas hingga mengalami depresi. Pecandu sosmed pasti lebih sering fokus pada dunia maya, sehingga kebanyakan rentan mengalami cyber bullying.

Anak menghabiskan sebagian besar waktunya di internet. Apabila dirinya tidak bijak bersosial media, sangat rentan mengalami cyber bullying. Kejadian seperti ini dikhawatirkan membuatnya depresi ketika melihat konten tertentu maupun komentar yang men-trigger kelemahan/traumanya.

8. Mengganggu kualitas tidur hingga susah fokus

Dampak negatif kecanduan sosmed bagi anak lainnya, yaitu dapat mengganggu kualitas tidur hingga menyebabkannya susah fokus. Apabila rasa candu itu terus dibiarkan, prestasinya di sekolah dapat menurun drastis.

Remaja/pelajar yang punya kebiasaan bermain gadget menjelang tidur malam, lebih mudah mengalami gangguan tidur (insomnia) akibat terpapar blue light. Hal ini akan berdampak tak baik pada kesehatan penglihatannya serta kualitas tidurnya. Kualitas tidur yang buruk membuat badannya cepat lelah dan susah fokus belajar hingga mengalami penurunan prestasi di sekolah.

Cara Mengatasi Kecanduan Sosial Media bagi Anak

Dampak negatif kecanduan sosmed bagi anak memang berbahaya bagi kondisi psikologis maupun kesehatan fisiknya. Oleh karena itu, terapkan cara mengatasi kecanduan sosial media bagi anak yang tepat berikut.

1. Mengajaknya lebih banyak beraktivitas di luar rumah

Jika ingin anak tidak terlalu fokus memantau sosmed, cobalah mengajaknya lebih banyak melakukan aktivitas di luar rumah. Contohnya berolahraga, berkemah, dan travelling.

Melakukan lebih banyak aktivitas di luar rumah membuatnya melupakan sejenak sosial medianya. Dengan begitu, ia menjadi tahu bahwa kehidupan dunia nyata jauh lebih menyenangkan.

2. Kembangkan hobi, minat, dan bakatnya

Kebanyakan remaja yang kecanduan sosial media lebih banyak menghabiskan waktunya di kamar dan malas keluar rumah. Apabila buah hati Anda mengalami hal serupa, cobalah ajak dirinya berkomunikasi untuk mencari tahu apa yang benar-benar disukainya. Siapa tahu ia punya hobi, minat, dan bakat yang ingin dikembangkannya, bukan?

3. Batasi penggunaan gadget-nya

Solusi terbaik sebagai cara mengatasi kecanduan sosial media bagi anak, yaitu membatasi penggunaan gadget-nya. Khususnya bagi anak balita, saat gadget miliknya tak dapat diakses, awalnya pasti kebingungan karena tak dapat memainkannya.

Gunakan aplikasi atau tools khusus untuk membatasi pemakaian gadget supaya balita tidak kecanduan. Berikan ia pengertian bahwa terlalu lama menggunakan gadget itu tidak baik bagi kesehatan maupun kehidupannya. 

4. Gunakan mode Don’t Disturb/Jangan Ganggu

Salah satu penyebab anak kecanduan main sosmed, yaitu munculnya notifikasi dari berbagai aplikasi. Notifikasi tersebut muncul secara tak terduga, kemudian membuatnya penasaran untuk terus membukanya meskipun isinya sebenarnya tidak terlalu penting.

Guna mengatasi hal ini, gunakanlah mode Don’t Disturb atau Jangan Ganggu supaya notifikasinya tidak muncul. Jika melakukan hal ini dan tidak disadarinya, tangannya tak akan tertarik untuk memainkan gadget.

5. Hapus aplikasi media sosialnya

Sosmed tidak selalu aman bagi anak kecil maupun remaja, sebab konten tertentu dinilai tidak pantas untuk ditonton. Apabila sudah menimbulkan kecanduan sampai membuatnya berperilaku menyimpang, hapuslah aplikasi sosial medianya. 

Jika perlu, rampas gadget miliknya lalu biarkan buah hati Anda fokus melakukan hal lain agar tidak selalu tergantung pada gadget. Awalnya mungkin membuatnya kebingungan, jadi berikanlah pengertian mengenai alasan Anda melakukan hal ini demi kebaikannya.

Berbagai dampak negatif kecanduan sosmed bagi anak yang telah disebutkan, sebaiknya perlu dipahami bagi setiap orang tua agar tidak membebaskan penggunaan gadget. Bagaimanapun, internet adalah dunia yang bebas. Awasi penggunaan gadget buah hati Anda supaya tak berdampak buruk pada kepribadian, psikologis, maupun kesehatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *