Lompat ke konten

6 Cara Menyayangi Anak Yatim

Cara Menyayangi Anak Yatim

Dalam ajaran Islam, menyayangi anak yatim adalah sebuah kewajiban. Sebaliknya, apabila menghardik mereka akan membuat Allah SWT menjadi murka.

Azab dari menghardik anak yatim yaitu api neraka menyala-nyala. Oleh karena itu apabila memang belum bisa menafkahi mereka, setidaknya menyayangi mereka secara sederhana lebih baik daripada membuat mereka tersakiti hatinya.

Apabila hatinya tersakiti, doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT. Entah itu doa baik, maupun yang buruk.

Mereka pun tak seberuntung anak lainnya karena ia sudah ditinggal oleh orang tuanya. Tak jarang harus berusaha lebih keras lagi untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk menyantuni mereka sebagai bentuk kasih sayang dan ibadah dengan pahalanya berkali lipat.

Begitupun saat Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang menyantuni anak yatim, langkahnya menuju surga akan berdekatan dengan Rasulullah SAW, sedekat jari telunjuk dan jari tengah. Maka dari itu, ketahuilah cara menyayangi mereka di bawah ini:

1. Memberikan Kasih Sayang

Sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat Islam untuk menyantuni dan tidak menghardik anak yatim. Meskipun belum mampu menafkahi, setidaknya memberikan kasih sayang kepada mereka adalah hal sederhana untuk dilakukan.

Memberikan kasih sayang kepada mereka bisa dengan cara mengunjungi dan juga memperlakukan mereka dengan baik. Bisa juga dengan memberikan sedikit rezeki sebagai bentuk kepedulian dan rasa sayang.

Anak yatim adalah mereka yang sudah tidak lagi mendapatkan kasih sayang dari seorang sosok ayah. Padahal, sosok seorang ayah dibutuhkan oleh setiap anak sebagai panutan dan berbagi dalam sebuah keluarga.

Meskipun seorang ayah tidak terlihat jika ia menunjukkan kasih sayangnya, tetapi bisa dilihat dari bentuk tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Anak yatim tak memiliki sosok ini, padahal ia sebenarnya pun sangat membutuhkannya.

Maka dari itu, cara menyayangi mereka secara sederhana adalah memberikan kasih sayang dengan tulus kepada mereka.

2. Memberikan Kehidupan yang Layak

Memberikan anak yatim kehidupan layak pun bisa Anda lakukan apabila memiliki rezeki lebih. Kehidupan layak yang dimaksud adalah memberikan kebutuhan primer dan sekundernya, termasuk pendidikan, kesehatan, sandang, pangan, dan juga papan.

Apalagi jika sebagian dari mereka banyak yang harus putus sekolah demi membantu ibunya untuk mencari nafkah karena menggantikan sosok seorang ayah yang biasanya bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Memberikan mereka kehidupan layak, dapat membantu memberikan jaminan masa depan cerah. Sehingga, ia pun juga dapat merasakan berproses untuk menggapai masa depannya seperti anak lainnya.

Tak hanya itu, mereka pun juga memerlukan jaminan kesehatan serta kecukupan kebutuhan primer dan sekunder lainnya agar ia mampu bertahan hidup dengan baik. Selain itu, memberikannya ketepatan pola asuh juga penting agar ia memiliki kepribadian baik pula.

Memberikannya sebuah keluarga baru akan baik untuk tumbuh kembangnya, agar ia pun merasa masih memiliki keluarga penuh ketulusan dan menyayanginya. Selain itu, ia pun merasakan kasih sayang dan mungkin sebelumnya sangat sedikit atau bahkan tidak sama sekali ia dapatkan.

Memperlakukannya dengan baik dan memberinya kehidupan layak, tidak hanya menjadikan sebagai ladang pahala, tetapi juga ia akan mendoakan hal baik bagi orang yang menyayanginya secara tulus.

3. Tidak Menghardik Anak Yatim

Perintah dalam Islam untuk tidak menghardik anak yatim sudah ada di Al Qur’an Surat Al Ma’un ayat 1-2. Dijelaskan bahwa akan celaka bagi mereka yang menghardik anak yatim.

Menyakiti hati mereka akan mendapatkan azab berupa api neraka yang menyala-nyala. Selain itu, apabila ia merasa tersakiti doanya akan selalu dikabulkan oleh Allah SWT sekalipun merupakan doa buruk.

Perbuatan menghardik yang dimaksud adalah menghina, memperlakukan secara kasar, melemparkan barang di hadapannya, dan tidak menghargainya. Di mana hal ini tentu termasuk perbuatan tercela dan dilarang oleh Allah SWT.

Telah dijelaskan dalam Surat Al Ma’un, menghardik anak yatim termasuk ke dalam kategori mendustakan agama. Sebab, percuma shalat tepat lima waktu, tetapi menyakiti mereka sama saja dosanya dengan mendustakan agama, sehingga shalatnya menjadi sia-sia.

Meskipun belum mampu menafkahinya, setidaknya jangan pernah memperlakukan mereka dengan buruk, apalagi sampai menghardiknya.

4. Tidak Memakan Harta Anak Yatim

Memakan harta anak yatim sangat dilarang oleh Allah SWT. Penjelasan mengenai larangan ini sudah dijelaskan dalam Al Qur’an Surat An-Nisa ayat 10 dan isinya yaitu larangan memakan harta anak yatim secara zalim karena sama saja dengan memakan api ke dalam perutnya, dan azabnya adalah api neraka yang pedih.

Memakan harta secara zalim maksudnya adalah menggunakannya demi kepentingan pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan si anak yatim tersebut. Contohnya menggunakan harta warisannya, atau menjual barang anak tersebut.

Anda juga bisa menyimpan harta mereka tanpa menggunakannya sedikit pun sama sekali, lalu diberikan secara utuh kepada mereka saat sudah dewasa nanti. Memberikan harta mereka secara utuh ketika sudah dewasa nanti bertujuan agar ia bisa bertahan hidup dan sudah bisa mandiri untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

5. Menghargai Anak Yatim

Menghargai anak yang telah kehilangan sosok ayah juga hal sangat baik dan dianjurkan untuk dilakukan. Mereka kehilangan sosok ayah di mana seharusnya bertanggung jawab atas kehidupannya, memberikan kasih sayang, kenyamanan, dan sekaligus sebagai sosok panutan karena kerja keras juga ketegasannya sebagai kepala keluarga.

Upaya menghargai mereka adalah bentuk sederhana dari menyayangi anak yatim. Meskipun belum bisa menjamin kelayakan hidup mereka, setidaknya dengan menghargai dan tidak menghardiknya adalah perbuatan mulia.

Bentuk menghargai ini dapat berupa tidak membicarakan keburukan soal sosok mendiang ayahnya, tidak menghina kondisi keluarganya, maupun mengejek sekaligus meremehkan kehidupannya saat ini.

Jangan sampai hatinya tersakiti hingga ia meminta kepada Allah SWT untuk mengabulkan doa buruknya. Hati mereka sangat rapuh, sehingga sebaiknya menghargai mereka sebagai bentuk kasih sayang sederhana.

Kehilangan sosok ayah bukan hal mudah bagi seorang anak, apalagi ketika ia masih kecil. Itulah pentingnya memberikan kasih sayang dengan cara menghargai kondisinya saat ini.

6. Memberikan Perlindungan dan Kenyamanan

Setiap anak memiliki hak mendapatkan perlindungan dan kenyamanan terutama anak yatim dalam hal tempat tinggal dan keluarga. Ketika kehilangan sosok ayah, anak merasa tidak lagi memiliki sosok kepala keluarga yang mampu melindungi sekaligus memberikannya rasa nyaman.

Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk menyayanginya dengan cara memberikan mereka perlindungan dan kenyamanan untuk hidup. Hatinya masih rapuh saat setelah kehilangan, sehingga ia sangat membutuhkan perlindungan dari orang lain agar tetap merasa aman untuk menghadapi kehidupan.

Mereka pun juga membutuhkan kenyamanan selama ia hidup dan tinggal di lingkungan masyarakat. Memberikannya kehidupan layak bisa membantunya untuk mendapatkan rasa nyaman.

Cara menyayangi anak yatim dapat dilakukan dengan keenam cara tersebut. Meskipun belum mampu memberikan nafkah dan menjamin kehidupan mereka, setidaknya dengan menghargai dan tidak menghardik mereka juga bisa dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.