Lompat ke konten

Cara Menghitung Dosis Obat pada Anak dan Balita

Cara Menghitung Dosis Obat Anak dan Balita

Cara menghitung dosis obat pada anak dan balita perlu diketahui agar tidak sembarangan dalam memberikan obat. Pemberiannya harus tepat sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter.

Dosis adalah takaran dari dokter kepada pasien agar memberikan khasiat yang diinginkan. Pada umumnya dosis ini dibagi menjadi dua, yakni lazim dan maksimum atau maksimal.

Dosis lazim digunakan sebagai pedoman umum dalam pengobatan dan sifatnya tidak mengikat. Sedangkan dosis maksimum adalah dosis paling tinggi yang boleh diberikan kepada pasien untuk pemakaian sekali maupun sehari tanpa ada efek samping yang berbahaya bagi kesehatan tubuh..

Pada tenaga medis, dosis yang diberikan haruslah tepat, dikenal dengan prinsip 6 benar pemberian obat, yakni benar pasien, benar obat, benar dosis, benar cara atau rute, benar waktu, dan benar dokumentasi. Keenam prinsip tersebut wajib diperhatikan, tidak hanya untuk pasien dewasa, tetapi juga bayi, balita, dan anak-anak.  Hal ini juga disebabkan pada tubuh anak, kinerja organnya masih belum stabil, bahkan belum berfungsi secara sempurna.

Apabila ingin mendapatkan efek obat yang diharapkan, harus dihitung secara tepat sesuai kondisi bayi atau anak tersebut. Sebab, apabila tidak dihitung secara tepat, misalnya jika kekurangan akan menyebabkan kinerjanya tidak maksimal, sedangkan jika kelebihan akan menyebabkan keracunan dan dampak tidak baik bagi tubuh.

Pentingnya ketepatan dosis yang diberikan, khususnya pada anak-anak karena fungsi fisiologis tubuh mereka belum selengkap kerja organ tubuh pada orang dewasa.

Memberikan obat pada anak dan balita sebaiknya sesuai dengan anjuran dari dokter agar tidak overdosis atau mengalami keracunan. Begini cara menghitung dosisnya:

1. Menghitung Dosis Obat pada Bayi dengan Rumus Fried

Perhitungan dosis obat dengan rumus Fried ini digunakan pada bayi yang usianya kurang dari satu tahun, atau umurnya masih dalam hitungan bulan. Begini cara menghitungnya:

Rumus Fried

Keterangan:

Da: Dosis untuk anak

m: Umur bayi dalam hitungan bulan

Dd: Dosis dewasa

150: Ketetapan Fried

Contoh soalnya: Apabila ada seorang bayi berusia 9 bulan mengalami demam tinggi dalam sehari, kemudian diresepkan oleh dokter dengan obat penurun panas (paracetamol) dosis dewasa 500 miligram. Lalu, berapa obat penurun panas yang harus diberikan pada bayi tersebut untuk menurunkan demam?

Begini cara pengerjaan dari soal tersebut:

Fried

Jadi jawabannya adalah pada bayi berusia 9 bulan yang mengalami demam tinggi tersebut diberikan sebesar 30 miligram setiap kali pemberian.

2. Menghitung Dosis Obat pada Bayi dan Anak-anak dengan Rumus Dilling

Selanjutnya adalah menghitung obat pada anak dengan menggunakan rumus Dilling. Perhitungan dengan menggunakan rumus Dilling ini biasanya digunakan pada anak usia 8 tahun ke atas:

Rumus Dilling

Keterangan:

Da: Dosis anak

n: Usia anak (dalam tahun)

20: Ketetapan Dilling

Dd: Dosis dewasa (dalam miligram)

Contoh soalnya: seorang anak 12 tahun sedang mengalami demam tinggi, kemudian oleh dokter diberi resep obat penurun panas (paracetamol) dengan dosis dewasa, yakni 500 miligram. Lalu, berapa yang dibutuhkan oleh anak tersebut untuk menurunkan panas?

Begini cara pengerjaan soal tersebut:

Dilling

Jadi, jawabannya adalah dosis yang dianjurkan untuk diberikan pada anak usia 12 tahun tersebut agar demamnya turun adalah sebesar 300 miligram dalam satu kali pemberian.

3. Menghitung Dosis Obat pada Balita dan Anak-anak dengan Rumus Young

Perhitungan dosis obat dengan menggunakan rumus Young ini pada umumnya digunakan untuk balita usia 1-5 tahun hingga anak usia 8 tahun. Berikut ini adalah rumus Young untuk menghitungnya:

Screenshot 410

Keterangan:

Da: Dosis anak

n: Usia anak (dalam tahun)

12: Ketetapan Young

Dd: Dosis dewasa (dalam miligram)

Contoh soal: ada pasien anak balita berusia 4 tahun sedang mengalami demam tinggi. Dokter memberikan resep obat penurun panas dengan dosis dewasa, yaitu sebesar 500 miligram. Lalu, berapa dosis yang dibutuhkan oleh balita 4 tahun tersebut agar demamnya turun?

Begini cara pengerjaan soal tersebut:

Screenshot 411

Jadi, jawabannya adalah dosis obat yang dibutuhkan oleh anak balita 4 tahun untuk menurunkan demamnya yaitu sebesar 125 miligram dalam satu kali pemberian.

4. Menghitung Dosis Obat pada Anak dan Balita Berdasarkan Obat yang Tersedia

Perhitungan dosis obat pada anak dan balita berdasarkan jumlah obat yang tersedia ini sedikit lebih rumit karena harus menggunakan ketersediaan obat tersebut. Begini rumusnya:

Screenshot 415

Keterangan:

Da: Dosis anak

Dosis obat diprogramkan dan obat tersedia satuan yang digunakan yaitu miligram (mg). Sedangkan jumlah obat yang tersedia digunakan satuan cc.

Contoh soal: Ada pasien balita usia 5 tahun diberikan resep antibiotik ceftriaxone sebesar 250 mg inj.via IV. Jumlah obat yang sedang tersedia dalam 1 vial ceftriaxone berisi 1 gram atau 1000 mg yang juga dioplos dengan aquades sebanyak 10 cc. Lalu, berapa banyak jumlah obat yang harus diberikan pada pasien usia balita tersebut?

Cara pengerjaannya:

Screenshot 416

Jadi, jawabannya yaitu pasien balita usia 5 tahun tersebut membutuhkan sebanyak 2,5 cc antibiotik yang harus diberikan.

5. Menghitung Dosis Obat pada Bayi, Balita, dan Anak-anak Berdasarkan Berat Badan

Menghitung dosis obat berdasarkan berat badan ini sangat mudah dilakukan, baik pada bayi, balita, maupun anak-anak karena tidak perlu menggunakan rumus yang rumit. Begini cara perhitungannya:

Screenshot 417

Keterangan: 

Da: Dosis yang diberikan untuk anak

Dosis obat pada kemasannya dalam satuan miligram (mg). Berat badan bayi, balita, dan anak-anak dalam satuan kilogram (kg).

Contoh soal: Seorang pasien anak balita usia 4 tahun dengan berat badan 15 kg sedang mengalami demam tinggi. Dokter memberikan obat penurun panas (paracetamol) yaitu 10 mg/kgBB/kali. Lalu, berapa dosis yang seharusnya dikonsumsi oleh balita usia 4 tahun tersebut untuk menurunkan demam?

Cara pengerjaannya:

Screenshot 413

Jadi, jawabannya yaitu pada balita 4 tahun tersebut dosis yang harus diberikan sebesar 150 mg setiap kali pemberian apabila berat badannya 15 kg supaya dapat menurunkan demam.

Itulah cara menghitung dosis obat pada bayi, balita, dan anak menggunakan rumus Fried, Young, Dilling, perhitungan berdasarkan jumlah obat, serta berdasarkan berat badan si kecil.

Mengetahui cara perhitungannya yang tepat harus diketahui agar tidak terjadi overdosis atau keracunan yang tentu saja menimbulkan dampak tidak baik bagi tubuh si buah hati.Pastikan si kecil juga terpenuhi kebutuhan gizinya dengan cara makan makanan bergizi dengan porsi sesuai usianya agar terhindar dari berbagai macam serangan penyakit. Selain itu, lakukan imunisasi rutin karena penting bagi tumbuh kembangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *