Lompat ke konten

5 Cara Berdamai dengan Masa Lalu Agar Hidup Lebih Tenang

/ Diverifikasi oleh: Tim Better Parent

Cara Berdamai dengan Masa Lalu

Masa lalu adalah bagian dari kehidupan manusia, sehingga setiap manusia pasti memilikinya. Entah itu masa lalu menyakitkan, ataupun yang menyenangkan dan begitu berarti bagi dirinya.

Namun, kenangan yang menyakitkan tentu membuat seseorang menjadi susah berdamai dengan dirinya sendiri. Luka batin dan jejak kenangan yang tertinggal membuatnya seolah-olah terjebak dan susah untuk melepaskan kenangan pahitnya, sehingga jadi mudah terpuruk.

Berdamai dengan masa lalu sangat penting agar hidup menjadi lebih tenang. Selain itu, dengan melakukannya akan membuat Anda dapat lebih belajar tentang kesalahan yang pernah terjadi.

Cobalah hidup lagi untuk hari ini, kubur segala kenangan pahit yang menyakitkan hati. Jangan pernah melihat ke belakang lagi, lebih baik berusaha fokus untuk hidup lebih bahagia ke depannya.

Memutuskan untuk tidak ingin berdamai dengan kenangan buruk sebelumnya, justru akan semakin menyakitkan. Seseorang menjadi rentan depresi, selalu merasa insecure, tak mudah percaya dengan orang lain, serta takut memulai hubungan baru. Sehingga, hal ini membuat seseorang menjadi tak berkembang akibat terbelenggu dalam ingatan kenangan buruknya.

Maka dari itu, sebaiknya cobalah cara berikut ini untuk berdamai dengan masa lalu agar hidup lebih tenang.

1. Jangan Ditahan, Lebih Baik Lepaskan Emosi Anda

Hal pertama yang bisa dilakukan sebagai langkah untuk berdamai dengan masa lalu adalah jangan pernah menahan emosi. Terlalu lama menahan emosi justru akan berdampak buruk bagi kesehatan mental karena rentan menyebabkan depresi, mudah cemas, muncul perasaan insecure, serta adanya perasaan tidak bahagia.

Jangan pernah menyepelekan rasa sakit dan emosi yang sedang Anda rasakan. Sebab, dengan melepaskan segala emosi dan perasaan sakit akan membuat Anda lebih memahami diri sendiri sekaligus dapat bergerak lebih maju utnuk menghadapi lembaran baru kehidupan.

Terlarut dalam emosi negatif hanya akan menghambat kebahagiaan. Maka dari itu, lebih baik meluapkannya hingga perasaan lega. Hal ini karena terjebak dalam luka masa lalu hanya akan terus menimbulkan berbagai pikiran negatif.

Pentingnya melepaskan emosi saat merasakan sakitnya luka batin karena adanya masa lalu menyakitkan, akan membuat hati Anda menjadi lebih lega. Selain itu, jika tak berusaha melepaskannya justru dapat membuat Anda terjebak lebih jauh dalam kenangan buruk dan susah untuk merasakan kebahagiaan.

2. Tidak Perlu Menyalahkan Diri Sendiri, Apalagi Sampai Mengutuk Masa Lalu Tersebut

Masa lalu yang susah untuk dilupakan, membuat seseorang seringkali mengutuk sekaligus menyalahkan dirinya sendiri, sebab ia merasa bahwa segala kesalahan dan luka tersebut timbul karena keberadaannya. Atau mungkin, bisa jadi seseorang mudah menyalahkan dirinya karena ia menyesal mengapa harus terlibat dengan seseorang yang menyakitinya pada akhirnya seperti terjebak dalam toxic relationship misalnya..

Ketahuilah, menyalahkan diri sendiri hanya akan membuat Anda semakin terpuruk dan akhirnya susah meraih kebahagiaan. Mungkin, teringat kenangan pahit tersebut menjadikan Anda mengalami trauma dan kenangan buruk yang susah sekali untuk dimaafkan.

Menyalahkan atau mengutuk diri terlalu lama hanya akan memperparah luka hati tersebut. Memaafkannya memang tak mudah, namun langkah untuk memaafkan masa lalu adalah dengan berusaha untuk tidak menyalahkan diri Anda.

Luka dan trauma batin merupakan bagian dari kehidupan, tetapi tak semuanya terjadi akibat kesalahan Anda. Jadi, jangan pernah menyalahkan diri karena akan semakin menyakitkan dibuatnya.

Apabila semuanya terjadi karena kesalahan Anda sendiri, cobalah mencari tahu sebab dan akibat mengapa permasalahan sekaligus luka tersebut bisa muncul. Setelah itu, bulatkan tekad untuk berdamai sekaligus memaafkan masa lalu sekaligus berjanji tidak mengulangi kesalahan serupa.

Selain itu, cobalah untuk memaafkan seseorang yang telah menyakiti hati. Kelihatannya tak mudah, tetapi dengan melakukan hal tersebut, melupakannya jauh lebih mudah daripada terus menyimpan dendam dan rasa sakit. 

Akan tetapi, jangan menunggu dirinya meminta maaf, cobalah untuk memaafkannya perlahan sekaligus menghilangkan dendam di hati. Kemudian fokuslah untuk melupakannya dan terus menjadi manusia yang lebih baik.

3. Belajar dari Kesalahan Masa Lalu

Cara berdamai dengan masa lalu selanjutnya adalah dengan cara belajar dari kesalahan yang telah terjadi. Sesuatu yang telah terjadi, berapa kalipun Anda mengutuknya, tak akan mengubah apapun yang dahulu pernah terjadi.

Berbenah diri lebih baik daripada terus terpuruk dan terjebak dalam ingatan buruk atau kelam. Meskipun banyak kenangan pahit terjadi, ketika Anda mengambil pelajaran dari suatu peristiwa, hal itu justru akan membuat Anda semakin mudah melupakan sekaligus berdamai dengan masa lalu agar hidup lebih tenang.

Suatu kejadian tak mungkin tiba-tiba saja terjadi tanpa sebab dan akibat. Sehingga, ketika Anda telah mengetahui penyebabnya, cobalah bertekad agar tidak lagi mengulangi kesalahan serupa pada hubungan selanjutnya. Apapun yang terjadi, tetap fokuslah melihat ke depan, banyak hal baik menanti untuk dijemput di luar sana.

Meskipun Anda melakukan kesalahan pada orang lain namun ternyata tak dapat menebusnya, maka tebuslah rasa bersalah tersebut pada hubungan yang baru. Tentunya dengan cara memberikan banyak kebaikan dengan orang lain nantinya.

Usahakan tetap rileks dan tenangkan diri. Terlalu banyak menyesali dan memendam kecewa tak akan membuat Anda belajar, tetapi justru semakin timbul keinginan untuk melakukan hal yang sama dan susah merasakan kebahagiaan.

4. Sadari Bahwa Anda Berhak Berbahagia

Setiap manusia berhak berbahagia tanpa terkecuali. Bahagia merupakan perasaan positif dan juga hak bagi siapa saja, meskipun berkali-kali terluka dan memendam rasa sakit yang tiada habisnya.

Kebahagiaan tidak dapat datang begitu saja ketika Anda tak berusaha mencarinya. Akan tetapi, kebahagiaan dapat muncul melalui hal-hal sederhana yang Anda lakukan dan rasakan. Misalnya dengan cara bersyukur dan melakukan sesuatu yang disukai.

Bersyukur tak hanya berupa materi, tetapi juga perihal kesehatan, kemakmuran, umur panjang, dikelilingi orang baik, dan masih diberi kesempatan hidup. Bersyukur akan membuat Anda lebih tenang dan mudah untuk berdamai dengan masa lalu.

Maka dari itu, sudah seharusnya menyadari bahwa Anda juga berhak berbahagia meski sesakit apapun luka batin akibat kenangan pahit dan kelam. Perlahan tapi pasti, cobalah memunculkan niat untuk menjemput kebahagiaan tersebut.

Anda pun boleh sedikit egois, jika itu tentang kebahagiaan yang sangat ingin dirasakan setelah sekian lama terjerat luka hati. Lakukan apapun yang membuat senang, misalnya seperti hobi, berkumpul dengan teman, atau mencoba berbagai hal baru yang belum pernah dilakukan. Selain itu, jangan lupa untuk selalu bersyukur supaya niat berdamai dengan masa lalu agar hidup lebih tenang.

5. Fokus Memberi Waktu untuk Diri Sendiri

Cara berdamai dengan masa lalu agar hidup lebih tenang, dilakukan dengan fokus memberi waktu untuk diri sendiri. Berikan diri sendiri waktu untuk menenangkan sekaligus melakukan introspeksi supaya bisa menjadi pribadi lebih baik ke depannya.

Jangan terlalu terburu-buru memulai hubungan baru hanya karena masih tersisa dendam pada hubungan sebelumnya. Sebab, hal ini justru membuat Anda tak ada bedanya dengan sebelumnya karena melampiaskan segala dendam kepada seseorang yang baru bersama.

Maka, usahakan fokus memberi waktu kepada diri sendiri. Pastikan Anda sembuh dari luka lama terlebih dahulu sebelum memulai hubungan baru.

Itulah cara berdamai dengan masa lalu agar hidup lebih tenang. Belajarlah untuk memaafkan dan berlapang dada atas segala sesuatu yang telah terjadi, sehingga Anda pun secara perlahan dapat lebih mudah untuk melupakan segala kenangan buruk yang pernah terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.