Lompat ke konten

Kenali Ciri Toxic Relationship dan Cara Mengatasinya

/ Diverifikasi oleh: Tim Better Parent

Ciri Toxic Relationship dan Cara Mengatasinya

Banyak orang tak menyadari ketika dirinya sudah terlanjur terjebak dalam toxic relationship atau hubungan beracun. Toxic relationship dapat berdampak buruk bagi kondisi mental seseorang. Bisa jadi akan menimbulkan rasa trauma, insecure berlebihan, ataupun sulit mempercayai orang lain.

Padahal, hubungan sepasang kekasih normalnya adalah saling mencintai, mendukung, dan melengkapi. Berbeda dengan mereka yang terjebak dalam toxic relationship, hubungannya justru tak seimbang karena adanya satu pihak yang terlalu mendominasi bahkan bersikap manipulatif terhadap pasangannya.

Toxic relationship apabila dibiarkan saja akan membuat salah satu pihak merasa tertekan. Akibatnya, korban dari hubungan beracun tersebut sangat rentan mengalami depresi dan gangguan kecemasan karena diperlakukan secara tidak baik oleh pasangannya. Maka dari itu, hubungan seperti ini harus segera diakhiri agar tak semakin menyakiti.

Ciri Toxic Relationship

Toxic relationship atau hubungan beracun adalah hubungan yang sifatnya berbahaya dan tidak sehat bagi yang menjalaninya karena berdampak buruk pada fisik maupun emosional Biasanya banyak orang tak menyadarinya meskipun sudah bertahun-tahun.

Setiap orang yang menjalin hubungan, penting untuk mengetahui ciri toxic relationship supaya dapat mengetahui cara mengatasinya. Berikut ini adalah cirinya.

1. Pasangan Terlalu Mengekang dan Mengontrol

Ciri toxic relationship yang pertama adalah adanya sikap pasangan terlalu mengekang dan mengontrol. Biasanya, tipe pasangan seperti ini memiliki sifat posesif, terlalu mengekang, dan over protektif.

Apabila seseorang terjebak dalam toxic relationship dengan pasangan yang terlalu mengekang dan mengontrol, biasanya mereka cenderung tak bebas melakukan apapun. Sebab, ia takut jika kekasihnya marah padanya.

Bedakan posesif dengan mencintai. Seorang posesif cenderung tak ingin pasangannya meninggalkannya, sehingga melakukan cara apapun untuk menahan pasangannya, sehingga menjadi tak berkembang dan tak bisa melakukan sesuatu dengan bebas. Berbeda dengan mencintai, di mana kedua pihak saling memberikan kepercayaan dan dukungan.

Hubungan seperti ini jelas sangat tidak sehat karena sama saja dengan mengendalikan seseorang. Padahal, suatu hubungan dikatakan sehat apabila kedua pihak saling mendukung, serta tak ada satupun pihak dirugikan.

2. Tidak Bisa Menjadi Diri Sendiri

Terjebak dalam toxic relationship membuat seseorang tak bisa menjadi diri sendiri. Sebab, ia seringkali dikekang sekaligus dilarang oleh pasangannya untuk melakukan sesuatu yang disukai, baik dengan ancaman maupun hanya perintah.

Tak bisa menjadi diri sendiri menyebabkan sering timbulnya perasaan insecure pada diri seseorang. Selain itu, seseorang juga rentan mengalami gangguan mental seperti depresi, anxiety, borderline, atau semacamnya apabila terlalu lama terjebak dalam hubungan beracun.

Seseorang yang terjebak dalam hubungan beracun cenderung tak bisa mengungkapkan pendapat, maupun bersikap sesuai versi dirinya karena takut pasangannya tak menyukainya. Maka dari itu, selama menjalani hubungan tak sehat tersebut, ia seperti menjadi orang lain.

3. Banyak Kebohongan dalam Hubungan

Hubungan dikatakan tidak sehat atau beracun jika di dalamnya banyak sekali kebohongan, termasuk perselingkuhan diam-diam. Adanya kebohongan ini dapat menyakiti salah satu pihak, tetapi bisa jadi keduanya.

Banyak dari mereka tak menyadari jika sering dibohongi oleh pasangannya. Sehingga, mereka baru akan menyadari semuanya setelah melihatnya dengan mata dan kepala sendiri. Adanya kebohongan dalam hubungan juga menandakan bahwa ia tak menerima pasangannya secara apa adanya.

Namun, jika Anda menyadari telah terjebak dalam toxic relationship, sebaiknya akhiri saja dan jangan memberikan kesempatan kedua dan seterusnya. Hal ini karena seseorang yang sudah terbiasa berbohong, akan terus melakukan kebohongan lainnya di kemudian hari.

4. Jarang Sekali Mendapatkan Dukungan

Ciri toxic relationship lainnya adalah jarangnya mendapatkan dukungan dari pasangan, tetapi malah mendapatkan kebalikannya. Misalnya makian,hinaan, rasa curiga, ataupun tak pernah diapresiasi meskipun sederhana.

Padahal, adanya dukungan sederhana yang tulus akan membuat seseorang mudah termotivasi untuk melakukan sesuatu. Namun, jika pasangan Anda justru selalu memaki ataupun menghina sebaiknya tinggalkan saja.

5. Mendapat Tindak Kekerasan Verbal maupun Fisik

Tindak kekerasan baik verbal maupun fisik sudah sangat jelas bahwa kedua hal ini termasuk dalam toxic relationship. Memperlakukan pasangan secara kasar dapat merusak mentalnya, salah satunya timbul perasaan takut melawan, cemas berlebihan, juga luka fisik dan batin.

Contoh kekerasan verbal, misalnya menghina, memaki dengan kasar, memberikan ancaman. Sedangkan kekerasan fisik, meliputi menendang, menampar, ataupun melukai secara sengaja.

Pasangan yang selalu melakukan kekerasan, baik verbal maupun fisik akan susah untuk berubah. Apabila Anda bersikeras untuk mengubah kepribadiannya namun ternyata tak bisa sama sekali, sebaiknya tinggalkan. Sebab, orang seperti itu hanya akan menyiksa diri Anda sendiri karena tak ingin disalahkan atau dikoreksi kekurangannya.

Banyak orang takut untuk menceritakan tindak kekerasan yang dilakukan oleh kekasihnya. Hal ini karena mereka mendapatkan ancaman dari kekasihnya itu. Jika Anda sedang mengalaminya, sebaiknya segera cari bantuan untuk keluar dari hubungan beracun tersebut, lawan rasa takut tersebut supaya tak semakin menyakiti Anda di kemudian hari.

6. Harga Diri Seringkali Dijatuhkan

Idealnya, hubungan dua sejoli yang sehat adalah saling memberikan dukungan, mencintai, dan juga melengkapi. Berbeda dengan toxic relationship, di mana salah satu pihak seringkali menjatuhkan harga diri pasangannya karena berbagai alasan.

Apapun alasannya, menjatuhkan harga diri orang lain, terutama pasangan sendiri sangat tidak dibenarkan karena sama saja dengan menghinanya. Menjatuhkan harga diri orang lain, membuatnya kehilangan rasa percaya diri.

Jadi, ketahuilah bahwa orang yang baik tak mungkin bersikap menjatuhkan harga diri pasangannya. Jika berada dalam posisi ini, jangan balik menjatuhkannya karena akan membuat Anda tak ada beda dengannya. Tinggalkan saja, dan buktikan bahwa Anda lebih bahagia jika tidak bersamanya.

7. Komunikasi Sangat Buruk

Adanya komunikasi yang buruk merupakan suatu ciri bahwa hubungan tersebut tidak sehat. Padahal, dalam hubungan seharusnya menerapkan sikap jujur dan terbuka kepada pasangan agar terjalin komunikasi yang baik. Sehingga, masing-masing saling mengetahui kebutuhan dan apa yang sedang terjadi di antara keduanya.

Komunikasi yang buruk membuat dua sejoli tak saling tahu mengenai sesuatu yang sedang terjadi di antara keduanya. Hal inilah kemudian memunculkan perasaan saling curiga atau tidak percaya, kebohongan, sikap posesif, maupun segala jenis kesalah pahaman lainnya.

8. Pasangan Membenci Teman-teman Maupun Keluarga Anda

Ciri toxic relationship lainnya adalah jika pasangan membenci teman-teman maupun keluarga Anda. Apalagi jika sampai membicarakan hal buruk atau melakukan fitnah kepada mereka, sebaiknya segera ditinggalkan. 

Membiarkan pasangan membenci teman ataupun keluarga, suatu saat bisa jadi dirinya lah yang menyebabkan hancurnya hubungan Anda dengan mereka. Hubungan seperti ini sangat tidak sehat dan nantinya akan membuat Anda berpikir untuk membenci orang-orang yang Anda sayangi.

Cara Mengatasi Toxic Relationship

Toxic relationship membuat seseorang menjadi kehilangan dirinya karena terjebak dalam sifat manipulatif, posesif, ancaman, ataupun over protektif dari pasangannya. Sehingga, bagaimanapun juga hubungan beracun tersebut harus ditinggalkan.

Namun, jika Anda dan pasangan tidak ingin terjebak dalam toxic relationship, cobalah cara ini untuk mengatasinya.

1. Selalu Jujur dan Terbuka dengan Pasangan

Selalu bersikap jujur dan terbuka dengan pasangan sangat penting supaya dapat menjalin komunikasi yang baik dalam sebuah hubungan. Sebab, hubungan yang sehat tidak ada kebohongan di dalamnya, apalagi sampai menutup-nutupi sesuatu.

Adanya kejujuran dan keterbukaan dalam hubungan, membuat dua sejoli saling tahu mengenai kebutuhan dan sesuatu yang terjadi pada pasangannya. Sehingga, akan muncul rasa empati, saling memiliki, melengkapi, sekaligus keinginan untuk saling menjaga.

2. Bersikap Tegas dan Jangan Mau Dikendalikan

Bersikap lembut dan penuh cinta memang sudah seharusnya dilakukan dalam hubungan asmara. Namun, bedakan cinta dengan obsesi agar tak ada yang terluka. Obsesi ini menimbulkan sikap posesif, di mana hal ini justru dapat mengunci kebebasan pasangan Anda.

Meskipun perlu bersikap lembut dan penuh cinta, dalam hubungan juga perlu bersikap tegas. Tujuannya supaya tak mudah dikendalikan dan dimanfaatkan oleh pasangan. Meskipun ia adalah pasangan Anda, bersikaplah tegas jika ia melakukan sesuatu yang tak disukai, sehingga juga dapat menjaga diri sendiri.

3. Mintalah Pendapat sekaligus Dukungan dari Orang Terdekat

Meminta pendapat dan dukungan dari orang terdekat akan membuat Anda mengerti bagaimana harus bersikap. Baik itu ketika sudah terlanjur terjebak dalam toxic relationship, ataupun saat sedang dengan dekat dengan seseorang agar terhindar dari hubungan beracun tersebut.

Bagaimanapun juga, orang terdekat seperti keluarga atau sahabat sangat mengerti bagaimana keadaan Anda. Jadi, ketika ada yang tidak beres dengan pasangan Anda sebaiknya bicarakan dengan mereka supaya menemukan solusinya.

4. Buatlah Kesepakatan Bersama Pasangan dalam Menjalani Hubungan

Demi menghindari toxic relationship, cobalah membuat kesepakatan bersama pasangan dalam menjalani hubungan. Jelaskan batasan-batasan, hal yang tak disukai, dan kesepakatan untuk saling jujur dan terbuka apapun keadaannya dalam hubungan.

Membuat kesepakatan bersama kedengarannya sangat aneh dan sepele. Akan tetapi, justru hal ini akan baik untuk hubungan Anda dan pasangan ke depannya.

5. Kenali Pasangan Lebih Jauh Sebelum Melanjutkan ke Jenjang Lebih Serius

Hampir sebagian besar orang pasti ingin menikah dengan pujaan hatinya. Namun, sebelum melanjutkan hubungan ke jenjang serius, banyak hal yang perlu dipertimbangkan agar kehidupan rumah tangga nantinya tetap dalam keadaan baik.

Maka dari itu, selain menerima segala kekurangan pasangan, mengenalnya secara lebih jauh juga sangat penting. Terutama memastikan bahwa dirinya memang pantas diperjuangkan, tak pernah menunjukkan bahwa ia pelaku dari ciri toxic relationship yang telah dijelaskan sebelumnya, serta mengetahui tentang keluarganya. Hal ini juga sudah dijelaskan dalam Islam perihal mencari jodoh terbaik.

Mengenal pasangan lebih jauh, terutama mengetahui segala kelebihan dan kekurangannya, akan membuat hubungan yang terjalin dapat mengatasi toxic relationship. Sebab, Anda dan pasangan sudah saling mengetahui diri masing-masing, jadi lebih paham bagaimana harus bersikap tanpa saling menghancurkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.