Lompat ke konten

Cara agar Anak Percaya Diri di Sekolah

Cara agar Anak Percaya Diri

Melatih agar anak percaya diri di sekolah sebaiknya dilakukan sejak dini. Rasa percaya diri tak bisa muncul begitu saja secara cepat tanpa dilatih. Sebagai orang tua, harus bersabar dan melatihnya secara bertahap agar sifat positif tersebut dapat dibawanya hingga ketika ia dewasa nanti.

Sekolah adalah tempat anak menimba ilmu. Tak hanya itu, di sekolah si kecil pasti bertemu dengan banyak orang, yaitu guru dan teman-teman lainnya. Sehingga, melatihnya supaya dapat lebih percaya diri dan pandai berbicara sebaiknya dilakukan sejak usianya masih kecil agar ia bisa bersosialisasi dengan baik dan menyerap pembelajaran secara lebih baik lagi.

Tak semua anak memiliki kepribadian yang pandai bersosialisasi dan berbicara dengan orang lain. Namun, Anda dapat mencoba menerapkan cara agar anak percaya diri di sekolah seperti tips di bawah ini.

Apa Penyebab Anak Tidak Percaya Diri?

Anak dengan sifat percaya diri kebanyakan menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya. Sebab, mereka dinilai memiliki kemampuan bersosialisasi sekaligus berkomunikasi secara baik dan luwes. Sebagian anak apabila kurang memiliki rasa kepercayaan diri pasti ada sebab tertentu.

Penyebab anak tidak percaya diri atau minder di sekolah perlu diketahui oleh orang tua. Tujuannya supaya dapat dilatih sekaligus memberikannya dukungan positif agar si kecil tidak mudah minder. Apalagi penyebab anak minder berpengaruh besar pada pembentukan kepribadiannya jika dibiarkan atau disepelekan begitu saja.

Penyebab anak tidak percaya diri bermacam-macam, antara lain kurang mendapat dukungan dari orang tuanya, sering dikritik oleh orang lain dan disalahkan ayah atau ibunya, pola asuh orang tua cenderung over protektif, sering dibandingkan dengan anak lainnya, serta adanya ekspektasi terlalu tinggi dari ayah dan ibunya. Semua penyebab tersebut berakibat fatal karena membuatnya jadi kurang berkembang dan takut mencoba berbagai hal baru.

Berbagai penyebab yang baru saja disebutkan tersebut sebaiknya dihindari dan tak dilakukan sama sekali. Seorang anak memiliki hati rapuh, sehingga harus berhati-hati saat memperlakukannya agar tak merusak masa depannya nanti.

Terlalu mengekang, over protektif, sering dibandingkan, dan menaruh ekspektasi sangat tinggi pada anak justru membuatnya susah berkembang dan menjadi dirinya sendiri. Seringkali disalahkan dan jarang didukung pun membuatnya takut mencoba berbagai hal baru serta takut atau selalu ragu setiap kali pengambilan keputusan. Sehingga, hal ini tidak baik bagi tumbuh kembangnya.

Bagaimana Cara agar Anak Percaya Diri di Sekolah?

Setelah mengetahui penyebab anak gampang minder ketika di sekolah, sebaiknya Anda perlu mengetahui cara agar anak percaya diri di sekolahnya. Coba terapkan cara ini.

1. Berikan anak apresiasi dan dukungan positif

Selalu memberikan anak apresiasi dan dukungan positif perlu dilakukan oleh setiap orang tua. Sebab dengan begitu, si buah hati merasa memiliki support system ketika dirinya melakukan sesuatu, dan merasa keberadaan dirinya sangat berharga bagi orang lain.

Ketika seorang anak merasa dihargai oleh orang lain, secara otomatis membuatnya jadi pribadi dengan rasa percaya diri ketika melakukan sesuatu, bahkan tak takut mencoba berbagai hal baru. Hal ini juga berdampak baik pada prestasi di sekolahnya.

Sebagai orang tuanya, Anda dapat memberikan sedikit apresiasi untuk hal sederhana, misalnya ketika ia berhasil menyelesaikan segala tugas di sekolahnya dengan baik, atau ketika ia mendapatkan prestasi. Mendukung secara positif dan sering memberikan apresiasi atas hasil kerja kerasnya, mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan selalu berusaha melakukan segala sesuatu secara lebih baik lagi ke depannya.

2. Buat pikirannya lebih rileks

Cara selanjutnya untuk anak agar percaya diri adalah dengan membuat pikirannya lebih rileks. Khususnya ketika ia sedang grogi ketika hendak melakukan sesuatu. Menenangkan sekaligus meyakinkannya bahwa segalanya akan berjalan dengan baik mampu memunculkan sikap percaya pada kemampuannya.

Hindari berusaha membuat pikiran buah hati Anda rileks dengan menyelipkan kata-kata yang menuntutnya dan membandingkannya dengan anak lainnya. Lebih baik coba tanyakan padanya tentang perasaannya saat ini dan apa keinginannya supaya dapat lebih memahaminya.

Setelah memahami isi pikirannya, cobalah berikan segala saran membangun sekaligus keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Cara seperti ini efektif membuatnya rileks karena terjadi komunikasi terbuka antara anak dengan orang tuanya.

3. Jelaskan bahwa berusaha adalah hal normal

Adanya kompetisi atau persaingan di sekolah memang wajar. Hal ini membuat hampir setiap anak selalu berusaha lebih baik daripada anak lainnya agar dilirik oleh teman-teman, orang tua, bahkan gurunya bahwa ia berusaha dengan keras.

Namun terkadang, ada sebagian anak merasa minder karena tak bisa sepintar atau sehebat teman-temannya di sekolah. Sehingga, ia merasa tidak bisa membanggakan orang tuanya atau terlihat baik ketika berada di sekolah.

Padahal, setiap anak memiliki keunikan kemampuannya masing-masing, jadi tak bisa dibandingkan dengan teman-teman lainnya di sekolah. Maka dari itu, sebagai orang tua sebaiknya Anda menjelaskan kepadanya bahwa berusaha adalah hal normal atau wajar, sehingga jangan pula membandingkannya dengan anak lainnya.

Katakan padanya bahwa ia tak harus seperti teman-temannya, sebab pasti punya cara masing-masing untuk membanggakan kedua orang tua dan gurunya. Dukung si kecil untuk mengembangkan potensi atau kemampuannya tanpa membandingkannya dengan anak lain agar ia semakin percaya diri pada kemampuan yang dimilikinya.

4. Tumbuhkan keyakinan si kecil untuk berani dan mandiri setiap hari

Melihat sang buah hati memiliki sikap berani dan mandiri tentu ada kebanggaan tersendiri kepadanya. Akan tetapi, memunculkan kedua sikap ini memang tak bisa dilakukan secara instan.

Seorang anak dengan sifat percaya diri biasanya memiliki keberanian untuk setiap pengambilan keputusan maupun mencoba berbagai hal baru. Selain itu, ia juga lebih mandiri karena mampu melakukan segala hal sendiri tanpa terlalu bergantung kepada orang lain.

Membuatnya lebih berani dan mandiri sangat penting agar ia tidak tumbuh menjadi pribadi manja dan minder, khususnya ketika berada di sekolah. Caranya adalah dengan menumbuhkan keyakinan sekaligus melatihnya setiap hari.

Berikan ia penjelasan mengapa harus berani dan punya sikap mandiri. Jelaskan secara realistis agar ia mampu mengerti dan perlahan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Secara bertahap, coba libatkan anak dalam pengambilan keputusan maupun memintanya melakukan banyak hal sendiri. Tujuannya supaya ia percaya pada kemampuannya sendiri setiap kali melakukan sesuatu dan tidak mudah minder ketika di sekolah maupun saat berinteraksi dengan orang lainnya.

5. Tentukan tujuan bersama yang realistis

Menentukan tujuan bersama secara realistis sangat penting agar terbangun rasa percaya diri pada anak, terutama ketika di sekolah. Adanya tujuan realistis mampu membuatnya berpikir bahwa segala keinginan harus dipikirkan dan direncanakan dengan baik agar mudah tercapai dan tak hanya sebatas angan.

Ayah dan ibu harus mengajarkannya bagaimana cara berpikir realistis karena berpengaruh menumbuhkan rasa kepercayaan diri. Tujuan bersama bukan hanya milik orang tua saja, tetapi juga anak karena mereka juga pasti memiliki tujuan dan keinginannya sendiri.

Guna mencapai tujuan bersama, komunikasi baik dengan anak perlu dilakukan supaya mengetahui apa keinginannya. Pada penetapan tujuan tersebut, sebaiknya hargai buah hati Anda dan hindari menaruh ekspektasi terlalu tinggi kepadanya supaya tak membuatnya gampang tertekan,

Berikan anak dukungan positif supaya mampu mencapai tujuan dan keinginannya. Namun ketika keinginannya tidak realistis, jangan meremehkan atau menyalahkannya. Sebaiknya jelaskan padanya mengenai alasannya secara logis agar ia mampu menerimanya dengan baik lalu memikirkan tujuan realistis lainnya.

6. Minta si buah hati memberikan penilaian terhadap dirinya sendiri maupun temannya di sekolah

Cara agar percaya diri di sekolah adalah dengan meminta si buah hati memberikan penilaian terhadap dirinya sendiri maupun kepada teman-temannya di sekolah. Hal ini karena melalui cara seperti ini mampu membantunya berinteraksi dengan baik di sekolah, memunculkan sikap empati, serta membuatnya mampu berusaha secara lebih baik lagi.

Seorang anak harus mampu menilai dirinya sendiri dan orang lain karena ia harus terlibat pada pengembangan, penilaian, dan penerapan dari segala aspek kehidupan. Tujuannya bukan hanya untuk meningkatkan rasa percaya diri maupun kemampuannya berosialisasi dengan lingkungan sekitar, tetapi juga menumbuhkan rasa saling memahami dan memiliki.

7. Ajarkan keberanian berbicara di depan umum

Cara agar percaya diri adalah mengajarkan anak public speaking atau keberanian berbicara dan mengemukakan pendapat di depan umum. Cara ini kedengarannya susah-susah gampang, sehingga sebaiknya dilatih sesering mungkin dan harus konsisten.

Tak semua anak memiliki sifat berani dan tidak mudah minder ketika berbicara dengan orang baru ataupun ketika di ruang publik. Oleh karena itu, ayah dan ibu perlu melatihnya dengan berbagai hal sederhana, misalnya sering mengajaknya berkomunikasi, memintanya bercerita tentang kesehariannya, maupun mencoba melatihnya untuk berinteraksi dengan orang baru.

Apabila berhasil mengajarkan si buah hati berani berbicara di ruang publik, secara otomatis rasa percaya dirinya semakin terasah. Sehingga hal ini akan memberikan dampak positif, misalnya tidak gampang minder ketika di sekolah dan mampu menyerap pelajaran dengan baik.

8. Jangan mudah memarahinya ketika sedang merasa down

Wajar saja anak merasa down ketika gagal melakukan sesuatu. Entah ia takut tak mampu memenuhi ekspektasi orang tuanya, atau mungkin merasa dirinya sangat tidak berguna bagi orang lain dan mengecewakan banyak pihak.

Ketika ia sedang berada di posisi tersebut, jangan memarahinya sebab dapat membuatnya semakin tertekan. Daripada menyalahkan, mengkritik, dan terus memarahinya lebih baik Anda memberikannya dukungan agar semakin termotivasi menjadi pribadi lebih baik lagi.

Ayah dan ibu sebaiknya tidak menaruh ekspektasi terlalu tinggi pada anak karena hal ini berdampak tak baik nantinya. Selain itu, ia bisa saja mudah tertekan apabila tak mampu memenuhinya. Biarkan ia berkembang dengan caranya, berikan dukungan supaya dapat melakukan yang terbaik.

Itulah cara agar anak percaya diri di sekolah. Menumbuhkan sifat positif tersebut sejak dini mampu membuatnya lebih baik dalam berinteraksi dengan orang lain serta memiliki kepercayaan terhadap kemampuannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.