Lompat ke konten

12 Kegiatan Anak Di Rumah, Seru Dan Edukatif

/ Diverifikasi oleh: Tim Better Parent

Kegiatan Anak di Rumah

Kegiatan anak, terutama usia dini yang edukatif sebaiknya tidak hanya dilakukan di sekolah saja, tetapi juga di rumah. Hal ini berguna untuk meningkatkan stimulasi bagi proses tumbuh kembangnya.

Anak lebih senang bermain sambil belajar, terutama ketika masih usia dini. Kegiatan anak selama di rumah saja dapat menjadi kegiatan yang tidak hanya seru, tetapi juga edukatif.

Kegiatan edukatif tidak melulu hanya mengajarkan ia membaca, menulis, dan berhitung. Banyak cara untuk menstimulasi perkembangannya secara menyenangkan supaya anak juga tidak cepat bosan, tetapi juga lebih cepat menangkap apa yang diajarkan oleh orang tuanya.

Berikut ini macam-macam kegiatan anak di rumah yang seru dan juga edukatif:

1. Berkreasi dengan Kue dan Masakan

Berkreasi dengan kue dan masakan bersama anak bisa menjadi salah satu kegiatan menyenangkan untuk dilakukan di rumah. Anda bisa mengajak si kecil berkreasi bersama untuk membuat kue atau masakan.

Jika ingin berkreasi membuat kue, Anda dapat memberikannya adonan, topping, atau krim supaya ia dapat mengkreasikan kue sesuai dengan imajinasinya. Berikan ia contoh terlebih dahulu tentang cara melakukannya.

Berkreasi dengan masakan juga merupakan kegiatan menyenangkan untuk dilakukan, salah satunya adalah dengan melakukan plating pada masakan yang sudah jadi. Berikan si kecil piring atau mangkok. Arahkan ia mengambil makanan yang sudah matang untuk dihias di piringnya.

Berkreasi dengan kue dan masakan ini dapat menstimulasi otaknya dalam berpikir kreatif, sembari mengajarkannya mengenai jenis-jenis bahan dan alat serta kegunaannya ketika membuat kue dan masakan.

2. Bermain Balok atau Puzzle

Bermain menyusun balok atau puzzle cocok dilakukan di rumah saja, terutama pada anak usia dini dan anak 3 tahun. Orang tua dapat menjelaskan cara menyusun balok maupun memasangkan puzzle pada potongan yang cocok.

Jelaskan pada si kecil bahwa permainan ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian ketika merangkainya. Pada permainan balok, Anda dapat mengajarkannya menyusun balok membentuk suatu bangunan, rumah, atau mengurutkannya berdasarkan angka, huruf, maupun warna.

Pada permainan puzzle, Anda dapat menginstruksikan si buah hati untuk mencocokkan potongannya sesuai dengan bentuk. Apabila anak melakukan kesalahan, selalu motivasi ia dengan sabar agar ia tetap semangat bermain dan mengasah kemampuan berpikirnya.

Melakukan permainan ini baik untuk mengasah kreativitas anak sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir dan menstimulasi motoriknya. Bermain puzzle memiliki banyak manfaat untuk menstimulasi perkembangan otak anak.

3. Menonton Film Keluarga

Akhir pekan merupakan waktu bersantai dan menikmati indahnya hari libur selepas penat bekerja dan sekolah. Saat akhir pekan, menghabiskan waktu bersama anak adalah sesuatu kegiatan menyenangkan sekaligus melakukan quality time bersama keluarga.

Saat akhir pekan, anak biasanya tidak memiliki kegiatan khusus untuk dilakukan, terutama pada saat usia dini. Anda dapat mengajaknya menonton film keluarga. 

Beberapa rekomendasi film keluarga yang menarik dapat Anda tonton bersama anak sekaligus memberikannya edukasi melalui tontonan. Memberikan edukasi dengan cara yang seru membuat anak lebih mudah memahaminya.

Selama menonton film keluarga, Anda dapat memperkenalkan sesuatu atau istilah asing yang dibicarakan oleh karakter di film tersebut agar ia juga dapat memahami kosakata baru.

Lalu saat sudah selesai menonton, Anda dapat menyuruh si kecil menceritakan kembali tentang apa yang ia tonton. Anda juga dapat menjelaskan kepadanya mengenai pesan moral dari film tersebut.

4. Membuat Prakarya dari Barang Bekas

Melihat banyak tumpukan barang bekas pasti membuat risih dan segera ingin membuangnya, bukan? Padahal, barang bekas menumpuk di rumah dapat dipilah terlebih dahulu dan bisa dibuat menjadi kegiatan edukatif yang seru bersama anak.

Mengisi akhir pekan dengan membuat prakarya dari barang bekas merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Selain mengurangi sampah rumah tangga, juga mengajarkan anak bagaimana memanfaatkan barang untuk didaur ulang demi mengurangi sampah di bumi.

Prakarya yang dibuat tidak perlu rumit, misalnya tempat pensil, mainan sederhana, tempat tisu, dan lain-lain. Arahkan si kecil agar menggunting bahan sesuai dengan pola dengan hati-hati.

Mengajarkannya membuat prakarya ini dapat menstimulasi motorik dan kreativitasnya. Selain itu, kegiatan ini juga bersifat edukatif karena mengembangkan kemampuan berpikir kreatifnya.

5. Berkebun

Kegiatan berkebun di rumah selain untuk merawat tanaman di rumah, juga dapat menjadi kegiatan edukatif yang seru bagi anak. Mengajak anak berkebun saat di rumah dapat membantu mengatasi rasa jenuhnya.

Kegiatan berkebun bersama anak ini termasuk edukatif karena mengajarkan si kecil cara merawat tanaman dengan baik, cara menumbuhkan tanaman, serta memperkenalkannya pada berbagai peralatan dan media untuk aktivitas berkebun.

Si kecil jadi memahami bahwa aktivitas berkebun sangat menyenangkan karena dapat membuatnya mengingat berbagai macam tanaman dan hewan di sekitar halaman rumah. Cara ini juga bagus dalam melatih daya ingatnya.

6. Membuat Eksperimen Sains Sederhana

Melakukan sebuah eksperimen sains tidak harus dilakukan di laboratorium sekolah. Aktivitas ini dapat dilakukan bersama anak secara sederhana meskipun hanya di rumah saja.

Kegiatan eksperimen sains ini akan menjadi seru untuk anak karena memicu rasa penasarannya. Selain itu akan membantu mengasah logika si kecil dan membuatnya mengerti tentang adanya hubungan sebab-akibat terjadinya sesuatu, meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah, sekaligus memancing rasa keingintahuannya.

Eksperimen sains sederhana ini misalnya membuat tiruan gunung berapi dari baking powder, membuat roket air, atau eksperimen sains sederhana dengan menggunakan bahan yang ada di rumah lainnya yang dapat Anda cari referensinya di internet.

7. Bermain Tebak-tebakan

Anak kecil, terutama balita dan usia dini memiliki rasa penasaran sangat tinggi saat sedang dalam masa emas (golden age). Rasa penasaran mereka ini bisa dijadikan bahan untuk melakukan kegiatan seru.

Bermain tebak-tebakan bersama si kecil dapat memuaskan rasa penasarannya sekaligus memberinya edukasi supaya menunjang tumbuh kembangnya sekaligus menstimulasi kemampuan berpikirnya.

Anda dapat mengajaknya bermain tebak gambar, kata, ataupun menebak letak suatu benda. Kegiatan ini juga seru karena membuat anak merasa tertantang untuk menebak sesuatu dengan benar.

8. Melakukan Pertunjukan Kecil-kecilan

Melakukan pertunjukan kecil-kecilan di rumah dapat dilakukan bersama anak jika bosan dengan aktivitas atau permainan lainnya. Tidak perlu membuat panggung atau mendekorasi ruangan dengan baik, kegiatan ini dapat dilakukan di ruang tamu atau ruang keluarga.

Pertunjukan kecil-kecilan ini dapat dilakukan dengan menampilkan keterampilan anak, misalnya dalam hal menyanyi, bercerita atau mendongeng, menari, bermain musik, bermain peran, pertunjukan sulap, dan lain-lain.

Pertunjukan kecil-kecilan ini dapat membantu melatih rasa percaya diri anak. JIka memungkinkan, kegiatan ini dapat mengundang keluarga atau tetangga dekat untuk membantu memeriahkannya.

9. Merapikan dan Mengatur Barang di Rumah

Aktivitas sehari-hari dapat digunakan sebagai media edukatif yang seru bagi anak. Aktivitas sehari-hari ini adalah merapikan dan mengatur barang di rumah.

Mengajak si kecil merapikan barang di rumah dapat dijadikan sebagai aktivitas edukatif dengan memperkenalkannya pada berbagai jenis barang beserta fungsinya. Arahkan ia untuk meletakkan barang pada tempat seharusnya, mengatur peletakan album foto, atau bisa juga mengajaknya membereskan barang di kamarnya.

Dengan melakukan aktivitas ini, si kecil menjadi paham mengenai pentingnya rajin merapikan dan membersihkan rumah supaya tetap terlihat rapi dan nyaman.

10. Melabeli Benda-benda di Rumah

Mengatur dan merapikan barang di rumah adalah aktivitas sehari-hari yang menyenangkan untuk dilakukan, semakin seru apabila mengajak anak melabeli barang-barang di rumah.

Berikan ia kertas label yang bisa melekat jika ditempelkan, minta si kecil menuliskan inisial dari masing-masing barang. Misalnya huruf M untuk meja, huruf V untuk vas bunga, dan seterusnya.

Kegiatan melabeli barang ini selain seru, juga membantunya supaya lebih cepat dalam belajar alfabet dan menulis sekaligus mengasah perkembangan otak si kecil.

11. Bermain Mencari Harta Karun

Bermain mencari harta karun juga dapat menjadi kegiatan yang seru meskipun dilakukan di rumah. Permainan strategi ini tak hanya membuat anak menjadi sibuk mencari, tetapi juga mengasah jiwa observasi, kemampuan dalam berpikir kreatif, serta memecahkan masalah atau problem solving.

Selipkan hadiah untuk si kecil di dalam harta karun tersebut. Dampingi ia saat bermain untuk memotivasinya supaya tetap semangat selama bermain permainan ini.

Setelah menemukan harta karun tersembunyi, beri ia apresiasi karena sudah mampu bersabar dan semangat telah menemukan harta tersembunyi.

12. Bermain Peran

Kegiatan edukatif lainnya yang dapat dilakukan anak di rumah adalah bermain peran. Memainkan sebuah peran ini bagus untuk mengasah kemampuannya berpikir kreatif, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menambah wawasannya.

Anda dapat memberikan pilihan pada anak atau membiarkannya memilih sendiri peran yang ingin dimainkannya. Setelah itu, instruksikan padanya untuk memerankan sebuah tokoh pilihannya.

Memberikan aksesoris sebagai pendukung peran yang dimainkan boleh dilakukan, agar perannya lebih menjiwai dan juga lebih seru.

Itulah macam-macam kegiatan anak yang seru dan edukatif yang bisa dilakukan di rumah. Kegiatan untuk anak di rumah sebaiknya dilakukan dengan cara menyenangkan, supaya anak juga cepat belajar dan tidak mudah bosan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.