Lompat ke konten

Terapkan 9 Cara Ini Agar Tidak Mudah Tersinggung

/ Diverifikasi oleh: Tim Better Parent

Terapkan Cara Agar Tidak Mudah Tersinggung

Memiliki perasaan yang sensitif seringkali membuat seseorang cenderung mudah tersinggung, tak jarang karena hal-hal remeh. Adanya perasaan sensitif sangat tidak nyaman karena membuat seseorang dinilai buruk oleh orang lain, misalnya seperti tak bisa bergaul, tidak bisa bercanda, serta dicap sebagai pribadi yang mudah sekali marah.

Tersinggung akibat ucapan maupun perbuatan orang lain memanglah wajar karena manusia merupakan makhluk yang sensitif dan memiliki perasaan. Namun, apabila mudah sekali tersinggung karena hal sepele, tentu saja tidak wajar karena akan berdampak pada pikiran yang kemudian dipenuhi banyak hal negatif.

Mudah tersinggung membuat hidup seseorang menjadi tidak tenang karena seringkali melihat sesuatu dengan perspektif negatif. Sehingga, berakibat sangat sulit untuk menerima suatu kritik dan juga tidak mudah percaya dengan orang lain karena lebih mengedepankan perasaannya daripada logika.

Apabila Anda memiliki kepribadian sangat sensitif, coba terapkan cara ini agar tidak mudah tersinggung. Tentu saja tips ini akan membantu untuk kehidupan sosial sehari-hari.

1. Bangun Pikiran Positif terhadap Apapun

Sebenarnya, sesuatu yang membuat seseorang mudah tersinggung bukan selalu karena orang lain. Akan tetapi pikirannya sendiri karena susah membangun pikiran positif terhadap apapun.

Pribadi yang sensitif cenderung susah untuk memandang berbagai hal dengan sudut pandang positif. Banyak persepsi negatif dalam pikirannya, sehingga membuatnya susah untuk mempercayai sesuatu yang sedang dihadapinya. Hal ini membuatnya mudah tersinggung dan hanya melihat sesuatu berdasarkan sudut pandangnya sendiri.

Jika Anda merupakan pribadi yang sensitif, cobalah untuk menghilangkan penilaian negatif terhadap apapun. Termasuk memikirkan bahwa pasti ada maksud lain di balik tindakan atau ucapan orang tersebut agar tidak mudah tersinggung.

Pikiran positif akan membantu mengurangi pandangan negatif kepada orang lain. Dunia memang kejam, namun masih banyak manusia baik di dalamnya. Sehingga, secara perlahan latihlah diri sendiri untuk melihat sesuatu dari berbagai sisi positifnya.

2. Belajar Mengenal dan Memahami Karakter Orang Lain

Mengenal dan memahami karakter orang lain sangat perlu diperhatikan dalam hidup bersosial. Tujuannya, supaya dapat mengetahui karakteristik dan mudah dalam menyesuaikan diri di masyarakat.

Salah satu penyebab seseorang mudah tersinggung, kebanyakan ditimbulkan dari orang terdekatnya. Misalnya keluarga, teman-teman, rekan kerja, ataupun tetangga. Setiap manusia memiliki karakter berbeda-beda, sehingga perlu mengenal kepribadian agar mampu memahami mulai dari gaya bicara, sikap atau kebiasaan, cara menanggapi sesuatu, maupun lainnya.

Bisa jadi, orang lain pun sebenarnya tak bermaksud untuk membangkitkan perasaan sensitif pada diri Anda, namun mungkin Anda terlalu menanggapinya berlebihan. Maka dari itu, cobalah tetap tenang dengan melihat maksud ucapan mereka, jangan langsung menilai sepihak tanpa melihat keadaan yang ada.

Ketika sudah memahami karakter orang-orang terdekat, sangat mudah untuk menangkap maksud mereka, termasuk dalam hal sikap, ucapan, kebiasaan, maupun gaya bicara atau logatnya. Sehingga, Anda pun lebih mudah bahagia karena tidak gampang mengambil hati karena memikirkan satu atau dua ucapan yang dinilai negatif secara sepihak.

3. Selalu Berusaha Bersikap Sabar dan Mengendalikan Emosi

Kunci agar tidak mudah tersinggung adalah dengan memperbanyak sikap sabar serta selalu berusaha dalam mengendalikan emosi. Perasaan sensitif membuat seseorang dikendalikan oleh ego dan emosinya sendiri, sehingga sering mengutarakan isi pikiran tanpa memikirkannya terlebih dahulu.

Jika merasa bahwa diri sendiri sangat sensitif, maka cobalah untuk melatih kesabaran. Kendalikan emosi supaya dapat menyikapi hal secara tenang sekaligus melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang berbeda. Mungkin maksudnya tak berusaha melukai Anda, namun hanya berbeda cara menangkap informasi.

Mengendalikan emosi dan bersikap sabar lebih membuat tenang. Tak perlu terlalu mengambil hati apalagi sampai overthinking karena dampaknya tak baik bagi kesehatan. Terlalu memikirkan banyak hal yang seharusnya dibawa santai, hanya akan menguras energi dan menimbulkan dampak tak baik bagi kesehatan mental.

4. Kenali Karakter Budaya Lain

Mengenali karakter budaya lain sangat penting untuk melatih toleransi terhadap perbedaan yang ada. Setiap daerah memiliki kebudayaannya masing-masing, sehingga terdapat perbedaan dari segi karakteristik penduduk, logat atau gaya bicara, maupun sikap dan perilaku.

Dunia merupakan milik bersama, sehingga tak seharusnya jika semua orang harus menuruti kemauan Anda saja. Justru, satu manusia juga harus mampu beradaptasi dengan manusia lainnya agar terjalin interaksi yang baik.

Oleh karena itu, ketahuilah bahwa tak harus semua sesuai dengan kemauan Anda. Maka, cobalah untuk mengenal perbedaan budaya masing-masing daerah. Selain menambah wawasan, mengenal adanya perbedaan akan meningkatkan rasa toleransi sekaligus menjalin hubungan baik dengan berbagai macam orang.

Bisa jadi orang tersebut terbiasa bicara dengan aksen keras dan tegas, bukan berarti ia sedang marah kepada Anda. Logatnya mungkin membuat kaget dan mengira bahwa ia marah kepada Anda, padahal hanya bicara biasa saja. Hal itulah mengapa sangat penting untuk mengenal orang lain juga dari segi budayanya.

5. Kedepankan Logika daripada Perasaan ketika Menghadapi Situasi

Seseorang mudah tersinggung biasanya akibat terlalu mengedepankan perasaan daripada logika. Hal ini karena hatinya sangat sensitif dan rapuh.

Mengedepankan logika dan perasaan keduanya haruslah seimbang dan melihat situasi yang sedang terjadi. Namun, mengedepankan logika akan mengurangi kesensitifan sehingga tak dengan mudahnya tersinggung.

Mengasah logika membuat Anda mengerti mana yang benar dan salah. Sehingga mampu menerima kritik dengan lapang dada tanpa tersinggung. Selain itu, Anda pun mampu berpikir jernih, misalnya soal bagaimana dampak kepada orang lain jika terlalu mementingkan ego sendiri.

6. Gunakan Sudut Pandang Berbeda

Menggunakan sudut pandang berbeda sangat penting supaya dapat melihat berbagai permasalahan tidak hanya dari satu sisi saja. Hal ini juga akan menyadarkan bahwa tak selalu apa yang Anda pikirkan benar, tetapi bisa jadi orang lain lebih benar.

Menggunakan sudut pandang berbeda juga menandakan bahwa seseorang memiliki pola pikir dewasa secara tidak langsung. Sebab, hal ini sama saja dengan menghargai pendapat orang lain dan tidak menganggap diri sendiri selalu benar.

Wajar jika sesama manusia memiliki persepsi berbeda dalam menyikapi berbagai hal. Ketika seseorang membuat Anda tersinggung akibat ucapannya, cobalah untuk memposisikan diri sepertinya. Mungkin menurutnya yang dilakukan adalah hal biasa, sehingga jika Anda langsung merasa tersinggung untuk hal sangat sepele, sebaiknya cobalah untuk lebih melihat diri sendiri dan bersikap sewajarnya.

7. Jangan Ambil Pusing daripada Overthinking Nantinya

Tersinggung akibat ucapan orang lain karena sebenarnya hal tersebut sepele, sebaiknya tidak terlalu mengambil pusing. Cobalah bersikap cuek agar tidak overthinking nantinya. Terlalu membawanya dalam pikiran hanya akan membuat Anda tak memiliki kesan yang baik pada sesuatu, bahkan mengganggu ketentraman hati.

Bersikap cuek sewajarnya dan tak perlu ambil pusing pada sesuatu memang perlu. Memusingkan perkara sepele hanya akan memenuhi isi pikiran dengan hal-hal negatif, mudah cemas, dan takut dikritik.

Terutama soal kritik. Seseorang yang sangat sensitif akan mudah tersinggung jika pribadinya diberikan kritik, padahal tujuannya bersifat membangun dan bahkan tidak menggunakan kata kasar sama sekali.

Belajarlah untuk menerima kritik. Meskipun ucapan yang dilontarkan cenderung kasar ataupun mengandung kata sarkas, tidak perlu membalasnya dengan emosi. Cukup balas dengan bijaksana dan tidak dengan emosi menggebu-gebu.

Apabila memang ada makian dan hinaan, tak perlu ambil pusing dan langsung tersinggung. Abaikan saja seseorang yang berusaha menjatuhkan Anda. Namun, jadikan motivasi apabila mendapatkan kritik bersifat membangun supaya Anda dapat menjadi pribadi lebih baik lagi. 

8. Jadilah Pribadi yang Rendah Hati

Bersikap rendah hati, menjadikan diri paham jika tak sempurna dan seringkali melakukan kesalahan. Rendah hati juga mengajarkan manusia supaya tidak menyombongkan dirinya dan bersikap selalu benar dengan egonya yang tinggi.

Jika Anda sangat sensitif dan mudah tersinggung, berlatihlah untuk bersikap rendah hati. Sebab, hal ini akan menyadarkan Anda bagaimana cara menghargai orang lain Lebih lapangkanlah kesabaran, sebab terus bersikap sabar dan rendah hati memberikan kemudahan dalam menyikapi berbagai masalah kehidupan, sehingga kedua sikap tersebut akan memunculkan ketenangan.

9. Sering Berkomunikasi dengan Tuhan

Mudah tersinggung menandakan bahwa hati manusia tersebut sempit. Sehingga, seringlah berkomunikasi dengan Tuhan. Mintalah kelapangan hati pada-Nya agar lebih sabar dalam menerima kritik, maupun untuk menghadapi berbagai masalah.

Bagaimanapun juga, jangan pernah melupakan komunikasi dengan Tuhan, selaku pemilik alam semesta. Dengan begitu, pikiran Anda pun lebih damai dan tidak mudah tersinggung yang sebelumnya sering muncul tanpa bisa dikontrol.

Menerapkan cara tersebut supaya tidak mudah tersinggung, akan sangat membantu Anda dalam menghadapi kehidupan. Hal terpenting adalah perbanyak rasa sabar, ubah sudut pandang, dan jangan terlalu ambil pusing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.