Lompat ke konten

5 Cara Menghadapi Suami Tukang Bohong

/ Diverifikasi oleh: Tim Better Parent

Cara Menghadapi Suami Tukang Bohong

Adanya kebohongan dalam rumah tangga adalah masalah yang serius, terutama jika dilakukan oleh suami. Ketika mengetahui bahwa suami tukang bohong, mendadak rasa percaya seorang istri sudah hilang kepadanya.

Apabila kebohongan tersebut dilakukan berulang kali oleh sang suami, tentu saja hal itu dapat merusak hubungan rumah tangga yang telah susah payah dibangun. Apalagi jika kebohongan tersebut ternyata sudah lama dilakukannya, konflik antar pasangan pun pasti tidak bisa dihindarkan lagi.

Terbiasa berbohong kepada orang lain adalah sebuah penyakit. Artinya, jika seseorang berbohong satu kali dan dua kali, maka ia akan melakukannya lagi di kemudian hari dan akhirnya menjadi kebiasaan buruk.

Tak hanya itu, seseorang yang terbiasa berbohong, biasanya akan menutupi sesuatu menggunakan kebohongan lainnya agar tidak ketahuan. Bukannya semakin memperbaiki keadaan, hal ini justru bisa merugikan diri sendiri dan menjadi bumerang. Jika suatu saat semua ketidakbenarannya terungkap ke permukaan, pada akhirnya akan menimbulkan rasa tidak percaya dari orang lain.

Begitu pula dengan seorang suami tukang bohong. Bisa jadi mulanya ia melakukan sebuah kebohongan untuk menutupi suatu masalah. Akan tetapi kemudian semuanya berbuntut panjang dan menjadi kebiasaan buruk yang dilakukannya tanpa disadari.

Lantas jika terlanjur seperti itu, bagaimana menyikapinya? Simak cara menghadapi suami tukang bohong di bawah ini dengan bijaksana.

1. Ajak Suami Berbicara Baik-baik Mengenai Alasannya Berbohong

Setiap orang pasti memiliki alasan untuk melakukan sesuatu. Meskipun sesuatu yang dilakukannya bukanlah hal baik, misalnya berbohong kepada orang lain. Berbohong merupakan tindakan tidak terpuji, bahkan bisa merugikan orang lain maupun diri sendiri.

Suami gemar berbohong pasti memiliki alasan tersendiri, meskipun hal itu pun tidak dapat dibenarkan karena ia melakukan cara yang salah dan seolah menutupi sesuatu pada istrinya sendiri. Padahal kunci hubungan rumah tangga harmonis adalah komunikasi yang baik dan terbuka dengan pasangan.

Ketika berada dalam posisi ini, sebagai istri Anda juga berhak mengetahui apapun yang dilakukan oleh suami tanpa ada satupun ditutup-tutupi. Ajaklah suami berbicara empat mata secara baik-baik, hindari langsung membentaknya agar tidak memicu konflik.

Meskipun tindakan menyembunyikan sesuatu dari istri tidak dapat dibenarkan, tentu ia memiliki alasan tersendiri. Minta ia menjelaskan dengan sejujur-jujurnya, jangan menginterupsi setiap kalimatnya agar ia bisa lebih leluasa dalam menceritakannya. Jadilah pendengar yang baik dan berusahalah untuk tetap tenang, meskipun rasanya memang menyakitkan.

Suami tukang bohong bisa jadi pada awalnya ia hendak memberitahu istrinya tetapi takut tidak disetujui dan malah menjadi serba salah. Kemudian ia terbiasa tidak jujur untuk menutupi kesalahannya tersebut.

2. Cari Tahu Kebenarannya, Jangan Langsung Memarahinya

Seseorang yang gemar berbohong, pasti tidak akan melakukannya satu kali saja, tetapi akan melakukan kebohongan lainnya untuk menutup kekurangannya. Maka dari itu, sangat penting untuk mencari tahu kebenaran dari ucapan pengakuan seseorang yang biasa tidak bicara dengan jujur.

Jika suami Anda tukang bohong tetapi kemudian mengakui bahwa dirinya tidak jujur dalam melakukan sesuatu, sebaiknya cari tahu kebenaran dari ucapannya dan jangan langsung memarahinya. Langsung memarahinya semakin tidak akan membuatnya mengakui, justru ia pun akan sangat kesal karena seperti tidak dipercaya kata-katanya. Tujuan dari mencari tahu kebenaran dari ucapan sang suami adalah untuk memastikan bahwa pengakuannya tersebut adalah jujur dan tidak menutupi sesuatu dengan kebohongan lain.

Rasa tidak percaya pasti ada, apalagi jika suami tukang bohong. Meskipun dirinya mengakui kesalahannya, Anda patut mencurigainya lagi karena gerak-geriknya seperti gelisah. Bagaimanapun juga, gelagat orang yang sedang berbohong pasti terlihat, tentu saja jika seperti ini kebenaran akan ucapannya patut diselidiki lebih jauh lagi.

Langsung memarahinya ketika suami membuat pengakuan, tidak hanya membuatnya semakin berbohong untuk menutupi kesalahannya. Akan tetapi, hal tersebut juga bisa memicu konflik rumah tangga karena suami Anda merasa bahwa istrinya tidak menghargai ucapannya.

Memang sulit untuk percaya pada suami tukang bohong. Walaupun begitu, daripada hanya memarahinya dan tidak memberikan solusi apapun, lebih baik mencari kebenaran dari ucapannya untuk memastikan bahwa ia berkata secara jujur. Lebih sering melakukan validasi dari ucapannya bisa mencegahnya dari berkata tidak jujur lagi di kemudian hari, tetapi jangan gunakan kalimat yang membuatnya sangat terintimidasi dan semakin tertekan.

3. Beri Batasan Toleransi dan Buat Perjanjian Bersama

Rasanya memang menjengkelkan apabila sebagai seorang istri mengetahui bahwa suami tukang bohong. Tak hanya itu, seolah sebagai pasangannya justru tidak mengetahui apapun dan seperti dibodohi, apalagi ternyata banyak hal disembunyikan oleh suami.

Berbohong merupakan tindakan yang memang tidak dapat dibenarkan, meskipun demi kebaikan sekalipun. Tentu saja melakukan hal secara tidak jujur memiliki batasan untuk bisa ditoleransi.

Misalnya jika suami terlibat perselingkuhan, tentu saja hal ini tidak bisa lagi ditoleransi. Adapun jika ia berkata bahwa sedang ada pekerjaan, nyatanya ia lebih memilih makan bersama teman-teman daripada istrinya di rumah, ini masih bisa diberi toleransi dengan cara menyikapinya secara bijak dan membuat kesepakatan bersama.

Tunjukkan sikap tegas ketika menghadapi suami tukang bohong dan jangan mau terus-terusan dikelabui. Bagaimanapun juga, seorang suami yang baik sudah seharusnya berbicara secara jujur demi menghargai keberadaan istrinya.

Bersikap tegas dengan memberikan batasan toleransi dan membuat perjanjian bersama, dapat membuat suami patuh dan tunduk kepada istri serta perlahan mampu menghindarinya dari melakukan kebohongan lagi suatu hari. Berikan batas toleransi yang tidak menyakiti Anda maupun tidak menyusahkan pasangan, maka dari itu cobalah bicarakan dengan baik supaya ia juga mau memahami perasaan Anda.

4. Selesaikan Masalah Berdua tanpa Melibatkan Orang Lain

Apabila Anda sudah mengetahui bahwa suami tukang bohong, cobalah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara berdua saja karena termasuk masalah internal dalam rumah tangga. Melibatkan orang lain untuk menyelesaikan masalah rumah tangga, dikhawatirkan justru semakin membuat runyam dan membuka aib suami ke banyak orang.

Menghargai dengan cara menjaga nama baik suami sudah menjadi tugas seorang istri. Tidak semua orang dapat dipercaya, maka hindari untuk menceritakan kebohongan suami kepada orang lain. Selagi Anda bisa menyelesaikannya berdua, lebih baik jangan melibatkan orang luar ataupun keluarga besar.

Jika pada saat diajak berdiskusi untuk menyelesaikan masalah berdua dan suami berjanji untuk tidak berbohong lagi, maka berikan ia kepercayaan dan kesempatan untuk berubah. Tetap awasi ia diam-diam untuk memastikan bahwa dirinya tidak melakukan kebohongan lagi di belakang Anda.

Akan tetapi, jika masalah tersebut tidak bisa diselesaikan hanya berdua saja atau suami Anda tetap melakukan kebohongan lagi yang lebih besar, lebih baik mintalah solusi dan pendapat dari keluarga. Misalnya jika terlibat perselingkuhan, terlilit hutang tak terduga, dan lain-lain mungkin keluarga bisa membantu menyelesaikannya.

5. Saling Memaafkan dan Mulai Perbaiki Komunikasi

Awal mula dari seseorang sering berbohong dalam kehidupan pernikahannya, bisa jadi karena komunikasi antar pasangan cenderung kurang baik dan kurang terbuka. Suami yang suka berbohong mungkin takut menceritakan sesuatu yang telah dilakukannya kepada istrinya karena takut dimarahi dan enggan terlibat konflik.

Apabila hal tersebut sudah terlanjur terjadi, lebih baik maafkanlah dirinya dan buatlah perjanjian untuk tidak melakukan kebohongan lagi. Mulai perbaiki komunikasi dan berikan ia kepercayaan untuk berubah menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

Kunci keharmonisan kehidupan pernikahan adalah saling terbuka satu sama lain. Mulailah untuk sering mengajaknya bicara dan menghabiskan waktu berdua agar bisa saling memahami dan mengerti kebutuhan satu sama lain. Selain itu, komunikasi baik dan terbuka juga bisa membuat hubungan lebih harmonis, menghindari konflik rumah tangga, serta menghindari adanya kebohongan.

Menghadapi suami tukang bohong memang benar membuat jengkel. Akan tetapi, tetaplah berusaha untuk menyikapinya secara bijak, sabar, dan tidak langsung terbawa emosi saat berhadapan dengannya. Semoga kelima cara tersebut bisa membantu untuk menghindari sekaligus mengurangi suami dari berbuat kebohongan di lain waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.