Lompat ke konten

Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Susah Sekolah (PAUD – SD)

Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Susah Sekolah

Menghadapi anak tidak mau sekolah memang sangat mengkhawatirkan sekaligus membuat bingung para orang tua. Padahal, bersekolah sangat penting guna membantu persiapan bekal untuk masa depannya kelak.

Meskipun anak sangat susah jika diminta pergi ke sekolah daripada memarahinya, sebagai orang tua sebaiknya mencari tahu terlebih dahulu penyebabnya. Baru setelah itu mencoba mengatasinya.

Anak tak ingin pergi bersekolah bisa jadi disebabkan oleh beberapa alasan. Jadi, tak mungkin ia tiba-tiba menolak begitu saja tanpa alasan. Semua penyebabnya bisa jadi internal dari dirinya sendiri maupun berupa faktor eksternal seperti lingkungan, maka ayah dan ibu harus peka terhadap semua faktor pemicunya.

Anak Anda termasuk tidak mau pergi sekolah? Ketahuilah penyebab dan cara mengatasi anak susah sekolah, khususnya untuk PAUD dan SD.

Penyebab Anak Susah Sekolah

Apabila Anda saat ini sedang menghadapi anak tidak mau ke sekolah, maka perlu diketahui penyebabnya. Penyebabnya bisa jadi bermacam-macam, baik faktor internal maupun faktor eksternal.

Faktor internal berupa dari dalam diri anak itu pribadi, misalnya tertekan, ketakutan berinteraksi dengan orang baru, kesulitan saat belajar maupun proses penyesuaian diri. Sedangkan faktor eksternal bisa berupa keadaan lingkungan tempatnya belajar dan masalah dengan guru atau temannya.

Berikut ini adalah penyebab anak susah sekolah yang perlu diketahui oleh orang tua supaya lebih paham cara untuk mengatasinya.

1. Kegiatan di sekolah membuat anak merasa tertekan

Alasan anak tidak mau sekolah bisa jadi karena kegiatan di sana membuatnya merasa tertekan. Kegiatan yang membuat si buah hati merasa tertekan misalnya persaingan nilai, ranking atau peringkat prestasi yang sangat kuat atau bisa jadi terlalu padatnya aktivitas.

Bagi ayah dan ibu mungkin hal ini kedengarannya sepele. Namun perlu diketahui bahwa setiap anak memiliki kepribadian berbeda, sehingga masalah ini pun tak bisa diremehkan. Apalagi tak semua anak kuat dan mampu menghadapinya.

Adanya persaingan akademik bisa saja membuat si kecil jadi tertekan karena teman-temannya selalu pamer nilai atau peringkat bagusnya. Hal ini mungkin membuat sebagian anak menjadi semakin termotivasi untuk belajar, namun tidak semuanya. Sebab ia justru tertekan karena merasa tidak percaya diri, akibatnya menyebabkan penurunan prestasi akademiknya dan membuatnya malas pergi sekolah.

Selain itu, adanya aktivitas padat pun berpengaruh dalam membuat anak stres. Sebab ia jadi susah meluangkan waktu untuk dirinya sendiri untuk beristirahat karena otaknya dituntut untuk selalu berpikir. Akibatnya, ia jadi mudah stres dan tertekan karena kelelahan.

2. Menjadi korban bullying di sekolah

Tak dipungkiri lagi, menjadi korban bullying merupakan faktor terbesar anak susah sekolah. Bullying atau perundungan ini dampaknya memang sangat besar pada kondisi psikologis anak.

Bullying atau perundungan biasanya terjadi pada seseorang yang memiliki perbedaan, baik secara fisik maupun kepribadian. Dampaknya luar biasa, salah satunya jadi malas pergi ke sekolah dan malas belajar.

Orang tua wajib peka terhadap hal seperti ini dengan mencari tahu mengenai ciri-ciri korban bullying. Sebab dikhawatirkan si kecil mengalami gangguan depresi dan trauma apapun tentang sekolah.

3. Ada masalah dengan guru atau teman

Penyebab buah hati susah sekolah salah satunya juga disebabkan adanya masalah dengan guru atau teman. Mungkin sebelumnya ia melakukan kesalahan entah sengaja ataupun tak sengaja, kemudian menyebabkannya takut pergi sekolah.

Masalah dengan guru mungkin ia tak menyukai kepribadian gurunya yang mungkin kasar dan selalu mengintimidasinya. Jika dengan teman bisa jadi ia tak sengaja melakukan suatu kesalahan atau sedang mengalami perundungan.

4. Tahap penyesuaian diri setelah pindah rumah atau sekolah

Wajar saja apabila setiap orang membutuhkan penyesuaian diri setelah pindah dari suatu tempat. Terutama anak, mungkin ia merasa stres karena belum terbiasa berada di lingkungan baru.

Merasa stres karena masih berada di lingkungan baru membuatnya belum terbiasa, baik itu perihal berinteraksi dengan orang baru, maupun menyesuaikan dirinya di lingkungan sekolah. Meskipun susah untuk beradaptasi, sebaiknya bersabar saja karena ia pasti membutuhkan waktu untuk melawan ketakutannya.

5. Memiliki masalah kesulitan dalam belajar

Seringkali terjadi, anak susah sekolah biasanya karena punya masalah kesulitan dalam belajar dan menerima pelajaran. Akibatnya, ia enggan pergi karena menurutnya hal tersebut sangat merepotkan dan membuatnya pusing.

Padahal, belajar sangat penting sebagai bekal masa depannya. Penyebab ini sangat umum terjadi pada usia PAUD dan SD, sehingga sebaiknya Anda pun perlu mengetahui bagaimana gaya belajarnya.

Cara Mengatasi Anak Susah Sekolah

Setelah mengetahui penyebabnya yang telah dijelaskan tadi, mencari tahu cara mengatasi anak tidak mau pergi ke sekolah pun perlu dilakukan oleh orang tua.

Begini cara mengatasi anak susah sekolah, khususnya bagi usia PAUD dan SD.

1. Segera cari tahu alasan atau penyebabnya

Mencari tahu terlebih dahulu mengenai alasan atau penyebab memang wajib dilakukan oleh orang tua. Tujuannya supaya lebih mudah mengatasi permasalahannya.

Apalagi penyebabnya pun bermacam-macam, bisa dari faktor internal atau dari dalam diri anak itu sendiri. Bisa jadi faktor eksternal yang berasal dari lingkungan di sekolahnya.

Ketika buah hati Anda sudah menunjukkan tanda-tanda enggan pergi sekolah, jangan pernah memarahinya. Cobalah peka terhadap keadaannya, dan cobalah cari tahu penyebabnya terlebih dahulu.

2. Bicara dari hati ke hati bersama anak

Mencoba berbicara dari hari ke hati bersama anak sangat penting. Cobalah berikan perhatian penuh kepada sang buah hati, bicarakan semuanya dengan pikiran tenang.

Apabila Anda mampu memberikan seluruh perhatian secara tulus, biasanya si kecil lebih berani bersikap terbuka mengenai perasaannya dan apapun yang mengganggu pikirannya. Setelah ia sudah berani bersikap terbuka pada ayah atau ibunya, dengarkan dengan baik tanpa menginterupsi ceritanya. Maka dari sanalah Anda mengetahui alasannya tak mau sekolah.

Tak semua anak mampu menceritakan isi hatinya kepada ayah atau ibunya. Jadi, jangan dipaksakan apabila ia enggan bercerita, atau coba saja lain kali ketika pikirannya sudah mulai tenang.

3. Katakan pada anak untuk coba menikmati kegiatan di sekolah

Si kecil bisa jadi tertekan akibat kegiatannya di sekolah, entah karena terlalu padat ataupun ada kegiatan yang memang tak disukainya. Ia merasa tertekan mungkin karena terlalu memfokuskan dirinya pada sesuatu yang tidak disukainya.

Oleh karena itu, coba katakanlah padanya untuk mencoba menikmati kegiatannya di sekolah. Misalnya menanyakan permainan atau pelajaran apa yang sangat disukainya. Kemudian dukung ia agar bisa menikmatinya sekaligus memberikannya motivasi agar tidak malas.

Katakan pula padanya bahwa tak perlu takut pergi ke sekolah. Banyak hal menyenangkan bisa dilakukan di sana.

4. Jangan terlalu memanjakan anak ketika berada di rumah

Penyebab anak susah sekolah bisa jadi karena ia terlalu dimanjakan selama di rumah. Akibatnya, ia terlalu terlena dan terbiasa hingga akhirnya menjadi malas serta susah mandiri.

Memanjakannya memang perlu supaya ia merasa nyaman di rumah. Namun terlalu berlebihan melakukannya justru tidak baik. Sebaiknya para orang tua memanjakan sewajarnya saja dan jangan terbiasa menuruti keinginannya.

5. Minta bantuan guru

Cara lainnya untuk mengatasi anak tidak mau pergi ke sekolah yaitu cobalah meminta bantuan guru. Khususnya pada masalah perundungan atau bullying, meminta bantuan guru dirasa lebih efektif karena mereka akan berusaha melindunginya sekaligus mencari solusi terbaik.

Dengan meminta bantuan guru, Anda dapat merasa lebih tenang. Namun tetap beri pengawasan ketika belajar di rumah sekaligus mengenai prestasi akademiknya.

6.  Beri ketegasan padanya agar tidak malas pergi ke sekolah

Cara ini perlu dilakukan apabila si kecil enggan bersekolah tanpa suatu alasan khusus.  Memberikan ketegasan kedengarannya sedikit tega, namun hal ini efektif agar membuatnya mau pergi.

Apabila terus bersikap lunak, justru ia dapat meremehkan Anda. Bersikap tegas bukan berarti harus memberinya nasihat panjang lebar, cukup tunjukkan dengan sikap.

Beri tahu ia bahwa dirinya tak bisa datang ke sekolah jika memang sedang ada urusan mendesak ataupun mengalami sakit. Sehingga, jika hal ini diterapkan secara konsisten akan membuatnya paham dan mampu memahami pentingnya pergi ke sekolah.

Itulah penyebab dan cara mengatasi anak susah sekolah, khususnya untuk PAUD dan SD. Daripada memarahinya, lebih baik ketahuilah penyebabnya terlebih dahulu agar tahu bagaimana cara mengatasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.