Lompat ke konten

7 Cara Mengatasi Anak Ngompol

/ Diverifikasi oleh: Tim Better Parent

Mengatasi Anak Ngompol

Anak yang masih mengompol, padahal sudah mulai beranjak remaja terkadang menjadi hal yang membuat kesal bagi orangtua. Penyebab anak masih mengompol bisa jadi karena ketidakteraturan konsumsi air, menahan kencing, atau takut ke toilet.

Anak usia 5-7 tahun biasanya sudah tidak ngompol, mungkin hanya sesekali saja. Akan tetapi, perkembangan anak tentu berbeda-beda meskipun sudah masuk usia tersebut dan ini masih merupakan proses alami selama masa tumbuh kembangnya. 

Ngompol adalah kejadian yang tidak diduga, sebab terkadang baru disadari ketika bangun di pagi harinya. Kebiasaan mengompol ini memang tidak mudah dihentikan, tapi bisa dilatih secara bertahap pada buah hati.

Cara mengatasi anak masih mengompol, cobalah tips dan trik berikut ini untuk melatih buah hati Anda menghentikan ngompol:

1. Hindari Minuman yang Merangsang untuk Buang Air Kecil

Cara mengatasi anak masih ngompol yang pertama adalah menghindari minuman tertentu yang merangsang ia untuk buang air kecil ketika sedang tengah tertidur. Pada waktu 1-2 jam sebelum tidur, ketahuilah apa yang anak Anda minum.

Makanan dan minuman yang merangsang anak untuk buang air kecil terus karena terus memproduksi urin, antara lain konsumsi berkafein (kopi atau teh), soda, coklat, dan berbagai jenis makanan atau minuman manis.

Makanan dan minuman yang berkafein atau mengundang gula tinggi, ketika sudah masuk ke tubuh banyak zat yang tidak diperlukan. Hal tersebut yang menyebabkan tubuh membuang zat-zat tersebut sebagai urin.

Berbagai jenis makanan dan minuman tersebut umumnya disukai oleh anak-anak, terutama anak usia sekolah dasar atau usia 6 tahun hingga 9 tahun, dan biasanya dijadikan cemilan malam sebelum tidur.

Menghindari jenis makanan dan minuman tersebut dapat membantu anak supaya tidak lagi ngompol ketika sedang tidur. Cobalah untuk menggantinya dengan konsumsi air putih saja sebelum tidur.

2. Atur Konsumsi Air untuk Anak

Mengatur konsumsi air sebelum tidur adalah hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi anak mengompol. Selain menghindari makanan manis sebelum tidur, cobalah mengajak anak mengkonsumsi air putih 1-2 jam sebelum tidur karena mampu mengurangi kinerja kantung kemih supaya tidak terlalu aktif pada malam hari demi menghentikan ngompol.

Pada anak usia aktif atau sekolah dasar, yaitu usia 6 tahun hingga 12 tahun biasanya mereka sangat aktif pada pagi dan siang hari. Namun, seringkali mereka mengabaikan perihal konsumsi air putih.

Oleh karena itu, Anda dapat mencoba memberikan arahan dengan sabar mengenai pentingnya konsumsi air putih dalam sehari. Hal ini supaya anak dapat mencukupi kebutuhan airnya sendiri dan menjadikannya kebiasaan baik.

Konsumsi air putih pada siang hari hendaknya lebih banyak karena anak biasanya lebih banyak beraktivitas pada siang hari. Sedangkan pada malam harinya, kurangi konsumsi air putih dan minum air putih maksimal 1-2 jam sebelum tidur.

3. Pastikan Jarak Toilet Tidak Terlalu Jauh

Anak yang sering mengompol bisa jadi karena takut ke toilet sendirian, sehingga ia merasa bahwa lebih baik menahan untuk buang air kecil. Bisa jadi karena jarak toilet menurut ia cukup jauh, lorong rumah yang gelap, dan lain-lain sehingga tidak dapat tepat waktu untuk kencing. 

Hal ini biasa terjadi pada anak balita usia 3 tahun, maupun anak usia sekolah dasar 6-9 tahun. Cara mengatasi anak ngompol dengan cara ini adalah pastikan jarak toilet tidak jauh dengan kamar tidur anak, setidaknya ia masih berani menjangkaunya ketika sudah timbul rasa ingin kencing.

Apabila jarak toilet dari kamar anak agak jauh, Anda bisa menghidupkan semua lampu yang menuju akses ke toilet. Hal ini setidaknya mampu mengurangi rasa takut anak pada gelap saat ke toilet.

4. Ajak Anak Rutin ke Toilet

Selain pentingnya konsumsi air putih yang cukup, melatih anak untuk rutin ke toilet juga penting. Sebagai permulaan, ajaklah atau ingatkan si kecil secara rutin setiap 2-3 jam sekali.

Pada anak balita usia 3-5 tahun biasanya masih belum memahami pentingnya rutin ke toilet untuk buang air kecil. Maka dari itu, cobalah secara perlahan ajarkan ia untuk ke toilet supaya nantinya si buah hati terbiasa, bahkan hingga berani buang air kecil sendiri.

Awalnya memang terasa sulit mengajarkan anak balita untuk tidak mengompol. Ajarkan ia untuk mengatakan bahwa dirinya ingin buang air kecil pada Anda, kemudian selalu rutin mengganti popoknya atau memberi perlak di atas seprei tempat tidurnya jika ia sudah terlanjur ngompol.

Pada anak usia 6-12 tahun, biasanya mereka seringkali malas atau lupa untuk rutin ke toilet karena terlalu asyik melakukan kegiatan lain, misalnya bermain game, gawai, maupun terlalu sibuk dengan hobinya. Akibatnya, hal ini menjadi kebiasaan yang menyebabkan mengompol.

Selain itu, menahan kencing justru tidak baik bagi kesehatan karena menyebabkan kencing batu. Oleh karena itu, mengajak anak 6-9 tahun untuk membiasakan diri supaya rutin ke toilet perlu dilakukan dengan cara memberitahunya menggunakan kata-kata yang bukan suruhan atau bentakan.

Anda dapat memberitahu mereka dengan sabar bahwa menahan kencing itu tidak baik. Kemudian pantau mereka supaya rutin ke toilet setiap 2-3 jam sekali.

5. Jangan Marahi Anak Ketika Mengompol

Anak yang sering mengompol memang menjengkelkan karena orangtua harus membersihkan bekasnya. Rasanya seperti ingin membentak atau memarahinya hingga anak merasa malu bahwa ia mengompol.

Tapi ternyata, membentak atau memarahi anak hingga malu itu tidak baik. Anak memang salah karena ia masih mengompol pada usianya yang sudah menginjak sekolah dasar.

Jika buah hati dibentak karena sering ngompol, hal ini justru dapat berpengaruh bagi psikologisnya karena akan merasa takut dengan orangtuanya dan takut untuk banyak minum supaya tidak ngompol lagi.

Anda dapat memberitahunya dengan sabar bahwa jika kebiasaan mengompol itu tidak baik. Kemudian ajak anak Anda membersihkan bekas ompol, sebab hal ini dapat menyadarkan anak dengan sendirinya bahwa membersihkan bekasnya itu tidak mudah.

Selain itu, Anda dapat memberitahunya untuk kencing sebelum tidur dan setelah bangun tidur, juga memberitahunya supaya tidak membiasakan menahan kencing.

6. Berikan Obat Supaya Anak Tidak Mengompol

Memberikan obat bukan merupakan cara satu-satunya untuk mengatasi kebiasaan anak ngompol. Sebenarnya, obat-obatan tertentu tidak mampu menyembuhkan kebiasaan mengompolnya, hanya dapat mengurangi saja.

Obat khusus mencegah ngompol bisa jadi membuat ketergantungan. Hal ini karena bisa saja obat tersebut berfungsi ketika digunakan, tetapi saat dihentikan pemakaiannya justru timbul lagi kebiasaan mengompolnya.

Oleh karena itu, penggunaan obat kimia ini sebenarnya tidak terlalu dianjurkan kecuali dengan kondisi khusus dan resep dokter. Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan cara tradisional untuk mengatasi anak mengompol dengan mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu.

Cara tradisional yang dimaksud adalah mengkonsumsi makanan tertentu seperti madu yang dicampur susu, memakan buah pisang, mengurangi konsumsi teh, atau mengkonsumsi minuman hangat yang mengandung kayu manis 2 jam sebelum tidur.

Cara tradisional lainnya adalah dengan menuntaskan toilet training-nya supaya ia terbiasa buang air kecil secara rutin dan tidak membiasakan untuk menahan kencing.

7. Gunakan Alarm Tanda Mengompol

Menyelipkan alarm di pakaian tidur atau celana anak sebagai tanda bahwa ia mulai mengompol mungkin bisa diterapkan. Alarm ini memiliki sensor berupa air dan kelembaban, jadi ketika pakaian tersebut basah maka sensornya berbunyi.

Sensor alarm yang berbunyi tersebut akan membuat anak terbangun. Jika ia tidak terbangun, jelaskan padanya mengenai kondisi ini.

Penggunaan alarm ini dapat sebagai perintah supaya anak segera toilet untuk kencing saat sudah merasa penuh sebelum sensornya berbunyi. Hal ini dapat menjadikannya sebagai kebiasaan untuk tidak menahan buang air kecil.

Ketujuh tips dan trik ini dapat diterapkan untuk mengatasi anak ngompol supaya tidak menjadi kebiasaannya hingga ia beranjak dewasa nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.